Saturday, 9 April 2016

Tentang Jihad

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, “Ada seorang laki-laki yang meminta izin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berjihad, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya.

أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟ قَالَ: نَعَمْ.

“Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Dia menjawab, ‘Ya, masih.”

Beliau pun bersabda

فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ.

“Maka pada keduanya, hendaklah engkau berjihad (berbakti).’” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Sunday, 3 January 2016

Ulu Hati Terasa Sakit - Dada Sesak - Susah Menelan ----> Angin duduk??

Sedikit penjelasan dr. Bahdar T. Johan, Sp.PD.,
dari RS Internasional Bintaro, Tangerang, Banten

Istilah awam seringkali berbeda dengan istilah medis. Meskipun demikian, masih bisa ditelusuri apa penyakitnya.
Banyak istilah penyakit yang beredar di masyarakat yang tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Seperti angin duduk, masuk angin, darah kotor, atau darah manis. Menurut dr. Bahdar T. Johan, Sp.PD., dari RS Internasional Bintaro, Tangerang, Banten, meskipun banyak istilah awam yang tidak ditemukan dalam dunia kedokteran, tapi pihak medis bisa menelusuri apa yang dimaksud. Biasanya lewat gejala-gejala yang dikeluhkan pasien.
Menurutnya, istilah awam ini muncul dari berbagai pengalaman yang dirasakan secara langsung. Angin duduk misalnya, menggambarkan angin yang terkurung dalam organ pencernaan. Lalu, jika bisul sering muncul di bagian tubuh tertentu saja, maka awam akan mengaitkannya dengan darah kotor.
Berikut istilah awam yang sering kita dengar.
ANGIN DUDUK
Yang dimaksud angin duduk oleh awam adalah perut kembung yang disertai rasa sakit menusuk, seperti ada gas atau udara yang terperangkap dalam rongga pencernaan. Gas ini mendesak dinding-dinding perut sehingga membuat anak sesak napas.
Angin duduk, seperti dijelaskan Bahdar, tidak memiliki padanan istilah dalam ilmu medis. Gejalanya, anak mengalami kesulitan mengeluarkan gas dari saluran cernanya. Penyebabnya bisa jadi gangguan di saluran usus yang bersifat ileus atau penyumbatan total.
Penyumbatan total bisa terjadi akibat gumpalan cacing, tumor, atau invaginasi pada anak yang biasanya disertai kolik (kembung) hebat, muntah-muntah, dan kadang-kadang demam. Ileus bisa juga disebabkan gangguan usus secara paralitik, yakni usus tidak mampu bekerja secara baik, kering, sehingga sulit mengeluarkan sisa hasil pencernaan, termasuk gas, melalui anus. Kemungkinan berikutnya, anak kekurangan kalium.
Gas yang terperangkap dalam organ pencernaan ini masuk ke perut berbarengan dengan makanan/minuman atau hasil dari pencernaan. Biasanya, setelah makan atau minum anak akan bersendawa atau buang angin. Kalau tidak, bisa berlanjut dengan gejala yang disebut angin duduk.
Seringkali pula awam mengaitkan kematian mendadak seseorang akibat terserang angin duduk. Hal ini memang mungkin terjadi, tetapi prosesnya tidak seperti yang dibayangkan awam. Bahdar menjelaskan, bila angin atau gas tidak dapat dikeluarkan segera, bakteri yang ada dalam usus akan berkembang dengan cepat. Selanjutnya, bakteri tersebut akan menyebar dan menembus sistem pertahanan di daerah usus, lalu masuk ke dalam aliran darah dan menimbulkan infeksi yang berat ke seluruh tubuh. “Hal inilah yang akan menyebabkan kematian,” jelas Bahdar.
Cara mengatasinya tergantung pada penyebab. Bila ileus, maka usus harus dibebaskan dari sumbatan dengan cara dibedah. Bila paralitik cukup dengan obat-obatan untuk merangsang pengeluaran gas. Kalau kekurangan kalium, maka diberi tambahan kalium.
“Pemberian obat-obatan biasanya dibarengi dengan tindakan konservatif, yakni memasukkan selang dari hidung masuk ke lambung untuk membuang gas dan makanan yang masih ada di atas lambung,” paparnya. Bila ada penyakit dasar lain, seperti radang pankreas atau kolik ginjal yang menyebabkan usus tidak berfungsi dengan baik, maka penyakit-penyakit tersebut harus diatasi secara bersamaan.
Memang, aku Bahdar, gejala serangan angin duduk hampir sama dengan serangan penyakit jantung, yang dinamakan sindroma serangan jantung. Gejalanya memang sulit dibedakan: perut kembung, nyeri di ulu hati, perih menusuk, sering bersendawa, dan sesak napas. “Pasien merasa sedang masuk angin, padahal dia mungkin terserang penyakit jantung.”
Untuk membedakan apakah gejala tersebut angin duduk atau serangan jantung bisa dibedakan dari masa serangannya. Angin duduk biasanya berproses cukup lama, bisa mencapai satu minggu, sedangkan sindroma serangan jantung, biasanya singkat, bisa satu atau dua hari. Namun, bila sebelumnya pasien sudah menderita penyakit jantung, bisa saja serangan angin duduk merupakan pemicu terjadinya serangan jantung.
MASUK ANGIN
Istilah ini pun tak dijumpai dalam ilmu kedokteran. Namun, pemakaiannya sudah sangat memasyarakat. Ketika otot pegal-pegal atau mengeras misalnya, masyarakat menganggapnya masuk angin. Padahal, setelah diteliti, di otot yang pegal tersebut tidak ada angin yang terperangkap.
Bahdar menjelaskan, mungkin yang dimaksud awam adalah gejala terperangkapnya angin di dalam rongga pencernaan yang kemudian mempengaruhi perasaan pasien yang akhirnya membuat badan terasa pegal dan tidak enak. Adanya udara yang terasa di seluruh tubuh, mungkin inilah yang dikatakan masuk angin. Namun, Bahdar mengakui, begitu pasien dipijat atau dikerok, keluhan masuk angin itu hilang. “Hal ini memang unik, karena dari apa yang terjadi tidak bisa dibuktikan secara medis.”
Berbagai penelitian kesehatan juga membuktikan, pijat dan kerok tidak secara langsung mengeluarkan angin dari bagian-bagian tubuh yang masuk angin. Pijat atau kerok sebenarnya merupakan rangsangan refleks terhadap rongga pencernaan untuk mengeluarkan udara, yang pengeluarannya bisa berupa sendawa atau buang angin. Selain itu, masuk angin biasanya terjadi pada orang yang terlalu letih atau stres, yang menimbulkan rasa nyeri di otot. Otomatis pijat dan kerok bisa merelakskan otot-otot yang tegang.
Namun, Bahdar mengingatkan, agar berhati-hati saat melakukan pengobatan sendiri. “Pijat bolehlah, tapi harus dilakukan oleh orang yang benar-benar pandai melakukannya.” anjur Bahdar, “Namun, kalau mengerok, jangan.”
Masalahnya, kerok menyebabkan lubang pori-pori menjadi lebih besar. Kerok pun dapat menimbulkan pecahnya pembuluh darah kapiler. “Warna merah yang muncul setelah kulit dikerok bukanlah tanda bahwa angin sudah keluar, tetapi tanda kalau pembuluh darah kapiler sudah pecah.” Sulitnya, kerokan sudah sangat memasyarakat dan sering dijadikan pengobatan alternatif untuk menyembuhkan penyakit yang diduga sebagai masuk angin tersebut.
DARAH KOTOR
gambar
Istilah darah kotor, kata Bahdar, merupakan persepsi salah yang sudah memasyarakat di kalangan awam. Masyarakat beranggapan bahwa darah yang kotor akan menimbulkan bisul, jerawat, kulit kemerahan, dan sebagainya. Persepsi ini semakin diperkuat oleh iklan produk obat tradisional di televisi.
Padahal, dalam dunia kedokteran, darah tidak ada yang kotor. Semua darah bersih dan dapat digunakan dengan baik. Memang, ada darah yang mengandung banyak CO2 (karbon dioksida, hasil dari metabolisme tubuh) dan sedikit O2 (oksigen), biasanya darah yang berada dalam pembuluh darah balik. Dalam dunia medis, darah ini harus melalui proses pembersihan sebelum digunakan untuk metabolisme kembali. “Proses pembersihan ini bukan berarti darah itu kotor, tetapi darah tersebut harus dibebaskan dari CO2 dan harus diisi O2,” tegas Bahdar.
Proses pembersihannya, setelah menyuplai beragam zat ke seluruh tubuh, darah kemudian balik ke jantung. Darah yang mengandung banyak CO2 kemudian masuk ke dalam bilik kanan jantung, kemudian dipompa ke paru-paru. Di paru-paru, darah tersebut disaring, CO2 dikeluarkan lewat napas yang keluar dan diisi O2. Setelah itu, darah akan masuk ke bilik kiri jantung dan dipompa ke ginjal. Di ginjal darah dibersihkan lagi dari kandungan racun, seperti kreatinin. Setelah dibersihkan, darah akan menyebar ke seluruh bagian tubuh.
Namun, bila terjadi masalah pada jantung, paru-paru, dan ginjal, kebersihan darah sangat mungkin terganggu. Dalam situasi seperti ini, bisa saja darah menjadi kotor. Misalnya, kebocoran pada jantung bisa menyebabkan tercampurnya darah yang belum dibersihkan dengan darah yang sudah bersih, TBC bisa menyebabkan kadar CO2 menumpuk, dan gagal ginjal bisa menyebabkan zat racun menetap di dalam darah. Tak heran bila orang berpenyakit paru yang sudah kronis, kadar CO2-nya sangat tinggi.
Namun, anggapan darah yang kotor ini tidak seperti yang dibayangkan oleh awam. “Awam, kan, membayangkan darah kotor akan menyebabkan bisul, jerawat, atau yang lainnya, padahal tidak demikian.” Tumbuhnya bisul atau jerawat bukan karena darah yang kotor melainkan karena kulit yang bermasalah. Misalnya, infeksi kelenjar minyak pada kulit, yang akhirnya membuat kuman masuk ke dalam dan timbullah bisul atau yang lainnya, atau juga karena alergi.
DARAH MANIS
Seringkali awam mengidentikkan darah manis dengan mudahnya anak terluka akibat gigitan nyamuk. Padahal, menurut Bahdar, persepsi ini salah.
Bila anak mudah bentol, teriritasi, terinfeksi, dan sulit sembuh kala digigit serangga, hal ini bukan karena darahnya manis, melainkan lebih karena asma kulit. Mungkin anak menderita prurigo, semacam alergi kulit, yang membuatnya mudah sekali bentol, teriritasi, atau terinfeksi.
Seringkali darah manis ini dihubungkan dengan penyakit kencing manis/diabetes. Alasannya, penderita diabetes pun punya kecenderungan hampir sama, yaitu luka pada tubuhnya sulit sembuh. Namun, tidak begitu dengan darah manis.
RABUN AYAM
Rabun ayam memang istilah awam, tetapi ada padanan istilah kedokterannya, yaitu rabun senja. Ketika senja, ayam sulit melihat dengan baik. Nah, gangguan seperti itu disebut rabun ayam.
Rabun ayam atau rabun senja disebabkan kekurangan vitamin A. Bila kekurangan ini dibiarkan saja, tanpa ada perawatan yang baik, kemungkinan lanjutannya adalah anak menjadi buta. “Namun, proses kebutaan tidak terjadi secara langsung. Kasusnya pun sudah sangat jarang ditemui.”
Untuk mengatasinya diperlukan konsumsi vitamin A yang cukup. Sumbernya bisa suplemen vitamin A atau buah-buahan yang banyak mengandung vitamin A, seperti tomat dan wortel. Konsumsi vitamin A secara baik biasanya akan menyembuhkan anak dari rabun senja. Rabun senja ini bersifat tidak permanen.
PARU-PARU BASAH
Istilah ini mungkin muncul karena awam beranggapan paru-paru anak memang benar-benar basah. “Memang,” aku Bahdar, “ada semacam cairan di rongga pleura bagian bawah, yang dinamai efusi pleura, jadi bukan di paru-paru.”
Pleura adalah satu rongga yang memiliki dua selaput. Rongga ini berada di luar paru-paru, tepatnya di sekeliling paru-paru. Bila ada radang di pleura ini, maka akan muncul cairan. Cairan yang banyak akan menumpuk di dalam rongga tersebut dan sulit untuk dikeluarkan.
Peradangan pleura di Indonesia paling sering disebabkan penyakit TBC. Radang di dalam paru-paru ini akan menembus pleura yang lalu menimbulkan cairan. Selain TBC, cairan bisa muncul bila paru-paru terkena bronkhitis, tumor, bahkan masalah di luar paru-paru, seperti demam berdarah, kekurangan albumin, dan lain-lain.
Cairan muncul karena peradangan paru-paru mengganggu permeabilitas (keadaan zat yang memungkinkan lewatnya zat lain)pembuluh darah dan saluran getah bening di daerah tersebut sehingga cairan merembes masuk. “Perlu diingat, cairan tersebut bukan merupakan lendir dari saluran napas atas yang turun ke bawah, tetapi muncul karena peradangan,” tandas Bahdar. Rongga pleura sama sekali tidak tersambung ke rongga napas bagian atas sehingga sulit untuk dikeluarkan.
Tingkat bahaya penyakit ini tergantung pada penyakit dasarnya. Bila disebabkan tumor atau kanker, maka sangat berbahaya. Sedangkan bila karena TBC, infeksi nonspesifik, kekurangan albumin, atau kuman demam berdarah, biasanya tidak terlalu serius.
Cara menanggulanginya bisa dengan pengobatan antibiotik untuk meredakan peradangan, penguatan daya tahan tubuh, serta meredakan sesak. “Biasanya kalau sudah menimbulkan gejala sesak napas akan dilakukan penyedotan cairan pleura, karena cairan ini tidak bisa dikeluarkan lewat batuk,” tandas Bahdar

Wednesday, 23 December 2015

The Revenant

Film ini baru akan dirilis 8 Januari 2016 namun versi Fox sudah bocor duluan di internet. Menurut saya film ini sangat layak ditonton dan patut untuk dapat nominasi Oscar. Film ini dibintangi oleh dua aktor keren yaitu Leonardo DiCaprio dan Tom Hardy. The Revenant adalah adaptasi novel best seller karya Michael Punke.



Adalah Hugh Glass seorang pemburu sekaligus penunjuk jalan orang kulit putih di pegunungan salju yang dihuni oleh suku-suku Indian. Pada tahun 1820 demi melindungi rekan-rekannya Hugh bertarung dengan seekor beruang Grizzly hitam yang besar. Hugh berhasil membunuh beruang tersebut namun dia mengalami luka parah dan hampir mati. Ironisnya teman-temannya justru meninggalkannya. Mereka yang ditugaskan menemaninya justru membunuh anaknya (hasil perkawinannya dengan perempuan suku Indian) karena memergoki ketika hendak menghabisi nyawa Hugh. Setelah membunuh anaknya mereka mengubur Hugh hidup-hidup. Dengan luka parah di sekujur tubuhnya yang sudah mulai membusuk, ia berjuang untuk survive dan mengejar pembunuh anaknya untuk balas dendam. Benar kata pepatah yang mengatakan apa yang membuatmu hampir mati justru akan membuatmu lebih kuat. Hugh sudah tidak takut lagi akan kematian.

Film dengan durasi lebih dari 2.5 jam ini sangat berkelas dan menegangkan dari awal sampai akhir. Saya memberikan poin 8.5 untuk film ini. I highly recommend you to watch this movie.

Saturday, 28 November 2015

Hakikat Seberkas Makalah Ilmiah

Hakikat Seberkas Makalah Ilmiah


Tajuk Rencana Kompas Rabu 8 Februari 2012 secara jernih dan obyektif telah membeberkan permasalahan sebenarnya dibalik "Polemik Sekitar Jurnal Ilmiah". Kita tentunya berharap agar langkah berani Dirjen Dikti dapat membantu memperbaiki kesalahan masyarakat ilmiah kita yang sangat mungkin telah menjadi penyebab ketertinggalan prestasi kita dibandingkan negara tetangga. Namun, tulisan Franz Magnis-Suseno yang berdampingan dengan Tajuk Rencana tersebut, dengan kesimpulan yang sangat berseberangan, telah menggelitik hati saya untuk mempertanyakan hakikat seberkas makalah ilmiah (scientific paper) yang menjadi pokok permasalahan. Saya khawatir hakikat ini telah dilupakan.

Hakikat Makalah Ilmiah

Pada hakikatnya seberkas makalah ilmiah tidak lebih dari sebuah laporan hasil salah satu kegiatan tri-dharma perguruan tinggi, yaitu penelitian, dalam bentuk ringkas namun padat (concise) dan mengikuti kaidah-kaidah yang telah disepakati oleh komunitas penelitian tersebut. Tentu saja jika ada pelaporan, harus ada yang menerima dan memeriksa laporan tersebut. Siapa lagi yang kompeten untuk memeriksa laporan ini kalau bukan kolega sejawat dan sebidang yang sangat faham makna hasil penelitian tersebut. Karena laporan ini bersifat ilmiah maka kebenaran di dalamnya haruslah dapat disanggah secara universal, menembus kungkungan negara, bahasa dan bahkan budaya. Inilah tujuan dari publikasi makalah, terutama publikasi internasional. Hasil penelitian yang dilaporkan pada akhirnya harus diakui oleh semua anggota komunitas global sebagai temuan dari si pelapor, jika tidak ada lagi (atau paling sedikit minim) gugatan.

Pemakaian makalah ilmiah sebagai laporan hasil penelitian kepada komunitas ilmiah sudah menjadi prosedur baku sejak lebih dari seratus tahun lalu. Boleh dikatakan, proses ini sudah menjadi bagian integral dari kegiatan ilmiah, bahkan sudah menghasilkan produk sampingan berupa faktor dampak (impact factor), indeks-h, indeks-g, dan sebagainya, yang bertujuan mengukur seberapa pentingnya laporan ilmiah tadi. Lazimnya, para penyandang dana penelitian tidak begitu faham detil hasil penelitian yang mereka danai, sehingga mereka harus berkonsultasi dengan kolega sejawat peneliti. Cara yang paling praktis tentu saja dengan melihat apakah hasil penelitian tersebut dapat "menembus" pemeriksaan ketat kolega tersebut, yaitu berhasil dipublikasi di jurnal standar komunitasnya. Sekali lagi, karena kebenarannya bersifat universal maka komunitasnya harus global.


Jika penelitian didanai masyarakat, maka masyarakat yang relatif awam terhadap penelitian tersebut juga berhak bertanya apakah dana yang mereka bayar melalui pajak menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Jika produk penelitian adalah barang jadi yang dapat langsung dilempar ke industri atau paten tentu saja pertanyaan tentang manfaat segera terjawab. Namun, bagaimana dengan produk berupa simulasi, metode, teori, pandangan filsafat, atau pun ideologi baru yang boleh jadi di negara ini hanya segelintir mahluk hidup yang mengerti makna pentingnya? Jika hasil penelitian sudah dimuat di jurnal internasional, maka para juri jurnal tersebut sudah mengambil alih tugas menjawab pertanyaan ini.





Makna Penting Publikasi?
Di dekat kota Osaka, Jepang, terdapat fasilitas sinkrotron bernama SPRING8 yang dibangun dengan dana sekitar 12 triliyun rupiah dan biaya operasional per tahun sekitar satu triliyun rupiah. Siapa yang menanggung biaya ini kalau bukan pemerintah Jepang dan pengguna fasilitas. Namun, ada kebijakan yang sangat unik di sana, yaitu jika hasil penelitian pemakai fasilitas dipublikasikan, maka pemakai tidak dikenakan biaya, sedangkan jika hasil penelitian dirahasiakan maka pemakai akan dikenakan biaya yang dihitung per jam! Unik sekali, namun pesannya jelas. Jika dipublikasikan maka hasil penelitian menjadi public goods, sudah dipertanggungjawabkan kepada khalayak. Sementara itu hasil penelitian yang dirahasiakan akan selamanya menjadi milik si peneliti. Masuk akal, jika ia harus membayar untuk itu.

Sekarang pertanyaan kita adalah apa sebenarnya tujuan penelitian kita, terutama penelitian di perguruan tinggi (PT)? Karena kegiatan di PT adalah proses transfer dan pengembangan ilmu, maka sejatinya mayoritas penelitian PT bersifat pengembangan ilmu yang cakupannya sangat spesifik, hanya diketahui segelintir manusia di negara ini, sehingga agar kebenaran hasilnya dapat diperiksa maka harus dipublikasikan (secara internasional). Ironisnya, mayoritas masyarakat PT kita sudah lama dan terbiasa meninggalkan budaya ilmiah ini. Contoh paling jelas, meski akhir-akhir ini sudah mulai dikurangi, produk sebuah penelitian cukup berupa laporan tebal plus laporan keuangan. Kalaupun ada review hasil penelitian, maka sudah lazim pula jika reviewernya tidak sebidang dan tidak tahu persis apakah hasil penelitian yang dilaporkan bermakna, saking spesifiknya penelitian tersebut. Inilah paradigma yang sudah berlangsung cukup lama yang telah membuat kita terjebak dalam ketertinggalan ilmiah yang sangat parah.


Tidak perlu digugat lagi betapa banyak manfaat publikasi ilmiah, terutama publikasi internasional, seperti klaim hak cipta, mempercepat pengembangan ilmu, mencegah plagiarisme, membangun komunikasi dan kerjasama ilmiah, menjaga mutu penelitian dan lulusan PT, serta menjaga eksistensi peneliti Indonesia di komunitasnya. Yang terakhir ini juga penting, karena saya sering mendengar dari beberapa kolega peneliti yang sering go international, betapa mereka sering dilecehkan dengan cara halus atau bahkan relatif vulgar. Yang sering saya alami adalah sapaan basa-basi jika berkenalan dengan kolega dari negara maju: "Oh, you are from Indonesia! Nice to meet you, I've never seen an Indonesian scientist is working in this field before."


Perlukah Mahasiswa Publikasi Ilmiah?
Kita semua sependapat bahwa PT yang menyelenggarakan program sarjana, magister, dan doktor mestilah sebuah institusi ilmiah. Sudah pasti pula sebuah institusi ilmiah memiliki misi untuk menjunjung tinggi norma-norma ilmiah dan mempromosikan budaya ilmiah baik ke dalam maupun keluar institusi. Bahkan, misi ini merupakan bagian dari janji sarjana saat mereka diwisuda. Di dalam PT, mahasiswa sebagai bagian integral civitas akademika tidak boleh dipandang sebagai objek transfer ilmu semata, namun harus juga diikutsertakan dalam proses pengembangan ilmu. Justru dengan cara ini mahasiswa akan mengenal budaya ilmiah seutuhnya, bagaimana secara jujur dan efisien mencari data yang solid untuk mendukung argumentasi atau gagasan di bidang mereka. Pada akhirnya masyarakatpun menikmati hasil proses ini berupa lulusan PT yang selalu berfikir logis dalam berargumentasi serta bekerja secara sistematis dan efisien.


Menulis makalah di sebuah jurnal ilmiah merupakan bagian integral dari proses pengembangan ilmu, jadi harus juga dikenalkan kepada mahasiswa. Mereka yang pernah mengenyam pendidikan S3 di negara maju tahu persis bahwa hampir semua tesis di sana dipublikasi di jurnal internasional. Bahkan hal ini juga sudah berlaku di negara tetangga. Untuk program S2 kondisinya agak berbeda. Di Inggris, S2 dapat ditempuh tanpa tesis, namun di Jerman isi sebuah Diplomarbeit umumnya dapat dipublikasi di jurnal internasional karena dikerjakan secara serius selama satu tahun. Bagaimana dengan S1? S1 ini unik karena ia bukan tingkat bachelor ataupun master. Namun karena S1 merupakan bagian formal dari institusi ilmiah, budaya ilmiah pun sepatutnya diterapkan, meski tingkat penerapanya berbeda dengan S2 dan S3. Jika tidak, maka kita harus berhenti menganggap seorang sarjana berbeda dengan lulusan sekolah vokasi.


Sebagai kesimpulan, usulan Franz Magnis-Suseno agar Dikti membuka perwakilan di Timor Leste untuk memfasilitasi pembuatan jurnal internasional ala Indonesia jelas salah besar. Justru kewajiban kita membuat publikasi mahasiswa S3 memenuhi kualitas standar jurnal internasional yang sudah mapan, sehingga mutu lulusan S3 kita tidak perlu dipertanyakan. Jika kita bijak dan mau jujur, seharusnya kita mengakui bahwa selama ini kita dan generasi pendahulu kita sudah membuat kesalahan besar dalam pengembangan budaya ilmiah di PT, yang jika tidak segera dibenahi akan meruntuhkan bangunan peradaban bangsa ini. Jelas, pembenahan harus multi level, bahkan mungkin dari tingkat paud sekalipun. Tetapi jelas juga bahwa pembenahan harus mulai dari detik ini, tidak bisa menunggu lagi.




(Terry Mart, pengajar Fisika FMIPA UI)

Jurnal Predator!


Jurnal Predator!
Terry Mart

Belakangan ini saya sering ditanya tentang jurnal predator yang keberadaannya mulai meresahkan beberapa pihak. Mendengar kata predator, mungkin bayangan kita adalah sejenis karnivora yang mangsanya tidak lain sesama mamalia di permukaan planet ini. Bayangan ini ternyata tidak terlalu jauh meleset, hanya saja mangsanya adalah ilmuwan, terutama ilmuwan dari negara berkembang.

Jurnal predator adalah istilah yang diajukan pertama kali oleh Jeffrey Beall, seorang pustakawan yang bekerja di Universitas Colorado. Jeffrey Beall saat ini secara rutin meneliti semua jurnal-jurnal predator yang baru muncul yang bersifat open-access (OA), yaitu jurnal yang hanya tersedia secara on-line, tidak ada versi cetak. Kalaupun ada, hanyalah versi cetak lepas (reprint) yang tentu saja sangat mudah dicetak dengan printer masa kini. Ada puluhan penerbit dan ribuan jurnal yang ia kategorikan sebagai predator. Singkatnya, jurnal-jurnal predator ini diterbitkan oleh penerbit predator dengan tujuan utama bisnis, untuk menghasilkan uang bagi si pembuat jurnal. Biaya yang dikenakan untuk satu makalah yang masuk berkisar antara ratusan hingga ribuan dolar Amerika. Tidak murah!

Tidak terlalu sulit untuk memulai bisnis ini, asalkan bisa membangun situs web yang menarik dengan embel-embel foto orang-orang berjas putih memakai masker putih yang seolah-olah sedang meneliti atau berdiskusi. Lebih meyakinkan lagi jika situs tadi bisa ditempeli gambar-gambar rantai DNA agar terlihat lebih ilmiah. Ironisnya, kadang-kadang tidak peduli apakah jurnal itu untuk teknik, matematika, atau sosial, rantai DNA tetap dipajang.

Bagaimana mengendalikan jurnal semacam ini, terutama aliran makalah yang masuk, proses penjurian (review), dan lain sebagainya? Tidak masalah! Bahkan, seorang remaja yang terlatih menggunakan teknologi informasi (IT) dapat mengendalikan ratusan jurnal asal-asalan ini. Sekarang ada piranti lunak yang namanya Open Journal System(OJS) yang mudah dipasang dan bersifat gratis karena bersifat open-source. OJS memberi fasilitas pemrosesan makalah ilmiah dari sejak penerimaan, penjurian, hingga penerbitan makalah secara profesional. Jadi, seperti kata Beall, prinsip pendirian jurnal predator ini adalah: set up homepage, sending spam emails to scientists, seat back and relax, wait for customer.

Skandal Ilmiah

Mungkin problem terberat bagi jurnal predator adalah mencari penulis makalah, juri (reviewer), dan dewan editor jurnal tersebut. Meski demikian pendiri-pendiri jurnal predator tidak kehabisan akal. Mereka mulai mengirimkan email spam ke ilmuwan-ilmuwan yang dianggap potensial untuk mengisi jurnal mereka. Tampaknya, untuk negara-negara berkembang hal ini seperti gayung bersambut. Ilmuwan negara berkembang sangat membutuhkan aktualisasi diri melalui jurnal-jurnal dengan "cap internasional", karena tuntutan profesi untuk meraih hibah penelitian atau jabatan yang lebih tinggi, meski untuk masuk ke jurnal OA tersebut sang ilmuwan harus membayar antara ratusan hingga ribuan dolar per makalah. Terbangunlah "simbiosis" yang saling menguntungkan. Sebenarnya, tidak ada masalah, jika makalah yang masuk benar-benar diperiksa oleh juri yang mumpuni, benar-benar sebidang dan menggunakan standar ilmiah internasional. Namun, hampir semua jurnal ini menjamin makalah pasti diterima. Atau dengan artikulasi yang lebih baik: makalah yang masuk pasti diterima, asalkan bayaran diterima! Di sini lah skandal ilmiah itu dimulai.

Contoh yang paling jelas beberapa adalah makalah hasil copy-paste di bidang pertanian yang mengatas-namakan penyanyi Idul Daratista dan Agnes Monica sebagai penulis makalah di sebuah jurnal predator yang berpusat di Afrika tahun lalu. Jeffrey Beall sempat membahas hal ini di laman blognya tahun lalu. Tentu saja kejadian ini sangat memalukan bagi jurnal tersebut, karena jelas sekali makalah tidak diperiksa oleh seorang juri ahli sebelum diterbitkan. Saat ini makalah tersebut sudah dicabut dari jurnal oleh pemilik jurnal, namun Jeffrey Beall masih menyimpan kopi makalah tersebut di lamannya.

Hasil penelitian Beall memperlihatkan bahwa hampir semua jurnal predator yang beroperasi saat ini dikendalikan dari India, Pakistan, serta negara-negara di Afrika, meski di situsnya sering ditulis alamat surat di Amerika, Kanada, atau Eropa untuk mengelabui para calon konsumen. Pada umumnya, jika kita mencoba memasuki laman jurnal tersebut, sangat sulit untuk menemukan alamat darat jurnal. Editor jurnal hanya dapat dihubungi melalui email atau situs internet. Beberapa alamat yang dipajang dapat dengan mudah diperiksa dengan memakai fasilitas Google Earth dan hasilnya menunjukkan alamat sebuah apartemen murah, apotik, atau tempat-tempat yang mustahil berbau ilmiah. Pemilik jurnal semacam ini biasanya menyewa alamat kotak surat di Amerika atau Kanada. Bahkan banyak juga jurnal predator yang judulnya dimulai dengan "American Journal of" atau "Canadian Journal of", semata-mata untuk menunjukkan bahwa jurnal ini merupakan produk Amerika atau Kanada. Saking pesatnya perkembangan jurnal predator, tampaknya baik penerbit maupun jurnal mulai kehabisan nama. Mulai tampak nama-nama penerbit atau jurnal yang mirip atau bahkan sama. Bahkan nama-nama tak lazim pun mulai bermunculan, misalnya ada jurnal yang namanya "sampah".

Masalah Menjadi Rumit

Masalah jurnal predator ini menjadi rumit karena kontribusi para ilmuwan (terutama dari negara berkembang) yang secara langsung turut membesarkan jurnal. Di lamannya, Beall mengajak para ilmuwan dan akademisi untuk menjauhi jurnal ini dengan cara tidak berkontribusi sebagai penulis makalah, juri atau reviewer, serta editor jurnal. Masalah menjadi bertambah runyam karena, akibat kontribusi para ilmuwan tadi, beberapa jurnal memiliki faktor dampak (impact factor atau IF), meski IF paling tertinggi hanya sekitar 0,5. Sejumlah jurnal predator juga sudah di-index oleh SCOPUS. Sebagai catatan, IF dipercaya banyak ilmuwan menggambarkan kualitas sebuah jurnal sementara index SCOPUS dalam skala nasional kita dianggap sebagai stempel jurnal internasional.

Bagi jurnal-jurnal ilmiah nasional yang sudah diakui keilmiahannya melalui akreditasi Direkorat Jenderal Pendidikan Tinggi, keberadaan jurnal predator jelas sangat merugikan, karena makalah-makalah ilmiah yang potensial untuk diterbitkan jurnal nasional terserap oleh jurnal predator. Hal ini jelas akibat embel-embel internasional yang dikibarkan oleh jurnal predator yang lebih merangsang ilmuwan untuk memindahkan target jurnal mereka. Padahal, harus diakui bahwa dalam banyak hal jurnal nasional kita jauh lebih baik dibandingkan dengan jurnal predator.

Ada satu kasus lagi yang terekam oleh laman Beall. Seorang ilmuwan terpaksa harus menarik kembali makalahnya dari sebuah jurnal predator karena makalah tersebut terpublikasi juga di jurnal yang jauh lebih bergengsi. Namun, jurnal predator mengharuskan si penulis makalah membayar "biaya penarikan" makalah. Sangat mencengangkan, betapa komersial jurnal tersebut. Untuk memasukkan makalah harus membayar dan untuk menarik makalah juga harus membayar, sementara biayanya pun tidak tanggung-tanggung. Saya tidak dapat membayangkan berapa banyak biaya total yang dihabiskan ilmuwan negara berkembang untuk menarik kembali makalah-makalah yang mereka tulis jika sekali waktu jurnal sejenis ini dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh pihak berwenang.

Kembali ke Jurnal Komunitas

Permasalahan jurnal predator tidak akan begitu kronis jika para ilmuwan negara berkembang kembali menyadari hakikat seberkas makalah ilmiah (Kompas, 21 Februari 2012). Seberkas makalah ilmiah tidak lebih dari sebuah laporan hasil penelitian yang ditulis dalam format tertentu untuk dibaca oleh para peneliti lain yang mengerti atau berkepentingan dengan hasil penelitian tersebut. Karena ada puluhan ribu jurnal ilmiah saat ini sang peneliti harus mencari jurnal yang sangat visible bagi para pembaca yang ditargetkan. Jurnal komunitas, dimana mayoritas komunitas penelitian tertentu memublikasikan hasil penelitian mereka, merupakan jurnal yang paling tepat untuk tujuan ini. Di bidang fisika misalnya, jurnal yang diterbitkan oleh American Physical Society atau European Physical Journal merupakan contoh jurnal-jurnal komunitas yang sangat baik. Kita sangat yakin bahwa ilmuwan yang baik tidak memerlukan jurnal predator, karena komunitas ilmiahnya sudah memiliki jurnal-jurnal standar komunitas yang visibilitasnya sangat tinggi di komunitas tersebut. Meski saya tidak menampik bahwa IF dapat menggambarkan kualitas jurnal secara kualitatif, jurnal komunitas akan jauh lebih efektif dalam hal penyampaian informasi. Saat ini jurnal predator boleh dikategorikan sebagai jurnal subhat (meragukan). Karena meragukan, sudah sebaiknya kita hindari.

(Terry Mart adalah staf pengajar Departemen Fisika FMIPA UI)

Heboh Jurnal Predator

Heboh Jurnal Predator
Sudarsono Hardjosoekarto Guru Besar Universitas Negeri Jakarta
KOMPAS, 24 April 2013
  

Tulisan sejawat dari FMIPA UI, Terry Mart, berjudul ”Jurnal Predator” (Kompas, 2 April 2013), sangat bagus dan mencerahkan. Akan tetapi, tulisan itu perlu dilengkapi dengan informasi terkait yang berimbang supaya dunia akademik kita tidak heboh yang sia-sia.

Sepanjang 2012-2013, dua artikel saya dipublikasikan pada Systemic Practice and Action Research (SPAR), salah satu jurnal milik penerbit terkemuka, Springer. Berkat tulisan pada jurnal ini, saya juga diminta editor SPAR untuk menjadi mitra bestari (reviewer) jurnal yang cukup banyak terindektasi tersebut. Di tengah kurun waktu terbitnya dua artikel pada SPAR itu, satu artikel saya yang lain dipublikasikan pada Human Resource Management Research, salah satu jurnal milik Sapub, penerbit yang masuk dalam daftar hitamnya Jeffrey Beall.

Terkait hebohnya tentang jurnal predator dalam kebijakan resmi Ditjen Dikti, Kemdikbud, saya berkomunikasi langsung dengan editor Sapub dan dengan Jeffrey Beall. Informasi ini kiranya dapat melengkapi tulisan Terry Mart dari sisi lain.

Penulisan Artikel

Tiga artikel yang dipublikasikan pada dua penerbit itu—Springer yang top dan Sapub yang predator—adalah hasil riset yang dibiayai Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (UI).

Sebelum dipublikasikan, artikel itu telah melewati proses akademik yang panjang dan memenuhi asas recoverability, sesuai prinsip riset tindakan berbasis soft systems methodology yang dapat dipertanggungjawabkan. Riset lapangan, presentasi dalam forum akademik internasional, dan proses penjurian telah dilakukan secara lengkap, berulang, dan dalam waktu yang panjang.

Kepentingan utama saya kontak langsung dengan Beall adalah untuk memastikan bahwa apa yang dilakukan Beall itu juga memenuhi asas recoverability akademik dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai Beall menuntut kepada para kontributor (penulis), editor jurnal, dan penerbit dengan standar tertentu, tetapi cara kerja Beall sendiri asal-asalan. Mula-mula diskusi lancar, tetapi belakangan Beall tak bersedia menjawab beberapa pertanyaan saya yang penting.

Pertama, Beall tidak bersedia menjawab mengapa dia melakukan analisisnya berbasis penerbit dan bukan berbasis jurnal. Beall lebih berorientasi pada penerbit predator daripada jurnal predator. Metode seperti ini mengandung kelemahan mendasar.

Banyak penerbit yang sedang berkembang. Dalam satu penerbit, boleh jadi ada jurnal yang sudah bagus, tetapi ada juga jurnal yang sedang pada fase pertumbuhan. Dengan analisis yang berbasis penerbit ini, Beall lebih senang menyimpulkan bahwa penerbit—yang menurut dia predator—sebaiknya dihindari. Mestinya akan lebih adil bila yang dinilai itu jurnalnya, bukan penerbitnya.

Kedua, ketika ditanya, mengapa Beall memasukkan Eurojournal sebagai penerbit predator, padahal banyak jurnal yang diterbitkan oleh penerbit ini juga memiliki faktor dampak (impact factor) dan terindeks pada Scopus? Dengan enteng Beall menjawab, banyak jurnal masuk ke Scopus itu karena kepentingan bisnisScopus semata?

Bila jawaban ini dibalik ke pertanyaan mengapa Beall menulis laman tentang penerbit predator, jangan-jangan juga hanya didasari kepentingan bisnis Beall atau penerbit di balik Beall. Boleh jadi, sebagai pustakawan, Beall akrab dengan penerbit printed tertentu yang tidak suka dengan berkembangnya jurnal-jurnal yang terbuka diakses secara bebas.

Ketidaksediaan Beall menjawab pertanyaan, dan menghentikan diskusi sepihak, membawa pada kesimpulan, kejujuran dan kualitas akademik Beall sangatlah rendah. Analisisnya sulit dipertanggungjawabkan, kalau tidak hendak dikatakan justru berpotensi sebagai skandal ilmiah.

Penerbit Jujur

Secara bersamaan, saya juga berkomunikasi dengan editor Sapub tentang heboh jurnal predator itu. Dapat dipahami bila editor Sapubmenyanggah analisis Beall, dan secara sepihak menegaskan jaminan kredibilitas dan kualitas terbitannya. Editor Sapub juga menyayangkan kehebohan komunitas akademik di Indonesia akibat dipakainya laman pribadi Beall oleh otoritas Ditjen Dikti.

Namun, berbeda dengan Beall yang tak jujur dan tak bersedia melanjutkan diskusi, editor Sapub lebih jujur dan terbuka kepada kontributor. Karena artikel saya telah melewati proses akademik yang panjang dan terdapat peluang diterbitkan pada jurnal lain, saya menarik artikel itu dari jurnal yang diterbitkan Sapub. Ternyata, editor Sapub sangat mudah dan cepat memenuhi permintaan saya tanpa harus membayar satu sen pun.

Menariknya, beberapa hari setelah artikel saya itu dihapus dari Sapub, editor Springer melengkapi pengenal obyek digital (digital object identifier) dari referensi untuk draf naskah saya yang akan terbit segera dengan artikel yang pernah diterbitkan Sapub itu. Jelas Springer tidak mempersoalkan Sapub. Menyadari penghargaan Springer kepada Sapub seperti itu, buru-buru saya minta editor Sapub untuk mengembalikan lagi artikel saya yang sudah ditarik ke dalam jurnal Sapub. Ternyata editor Sapub memenuhi permintaan saya lagi juga tanpa harus membayar sepeser pun. Pengalaman ini tentu bertolak belakang dengan informasi yang ditulis oleh sejawat Terry Mart.

Harus Kredibel

Kriteria jurnal dan publikasi yang baik, yang tidak baik, yang direkomendasi, dan tidak direkomendasi sangatlah penting untuk kemajuan dunia akademik kita. Tentu, penetapan kriteria ini juga harus dilakukan berdasarkan metodologi yang kredibel.

Kriteria adanya alamat darat suatu jurnal atau penerbit memang penting. Namun, penetapan kriteria dengan hanya menggunakan fasilitasGoogle Earth, seperti dilakukan Jeffrey Beall, yang kemudian dipakai untuk menyimpulkan status predator suatu penerbit sangatlah dipertanyakan. Ambil contoh Jurnal SPAR: board of editor beralamat di New York, editor-in-chief tinggal di Belanda, deputy editor tinggal di Inggris, anggota international advisory committee tersebar di semua benua, penerbitnya berdomisili di Jerman, production correction team berlokasi di India, dan penulis berkantor di Depok. Sulit dipahami teknik ecek-ecek yang digunakan Beall untuk menentukan status predator suatu jurnal atau penerbit.

Karena itu, patut disayangkan bila kemudian laman pribadi Jeffrey Beall yang kualitas ilmiahnya dipertanyakan itu digunakan otoritas resmi Ditjen Dikti untuk menentukan kriteria baik tidaknya suatu jurnal dan publikasi. Beall sendiri menyatakan disclaimer dalam lamannya itu. Opininya hanyalah pendapat pribadi, tidak mencerminkan posisinya sebagai pustakawan di Universitas Colorado. Akan lebih bijak jika Ditjen Dikti sebagai otoritas tertinggi dalam penetapan kriteria jurnal dan publikasi yang berkualitas menggunakan prinsip, tata kerja, dan prosedur sendiri yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Thursday, 26 November 2015

Komputer atau laptop lelet / slow ? - Solved !!

Komputer lelet terkadang bikin pusing. Penyebabnya bisa hard disk rusak, kebanyakan program atau virus lagi melanda. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan :

1. Kalau lelet terus ada tulisannya internal hard disk rusak - ga usah pusing dan buang waktu langsung ke toko komputer beli hard disk baru (disesuaikan dengan model laptop). Cara pasangnya gampang mending dipasang sendiri model obeng kembang ukuran kecil. Ambil yang lama ganti yang baru ----> teknisnya lihat di youtube
2. Kalau lelet saja tanpa embel-embel hard disk rusak, lakukanlaah hal berikut ini:
a. Hapus program2 yang jarang dipakai karena beraat-beratin aja. Klik start, control panel, uninstall program. Kalau programnya tidak bisa dihapus itu biasanya virus. Untuk menghapusnya bisa pakai :
1) Interlocker. Software gratis ------> cari di google
2) Kalau tidak mempan pakai revo uninstaller. Software gratis ----> cari di google
Terus download cc cleaner atau clean master untuk buang file sampah yang numpuk dan bikin lelet. Software gratis ----> Cari di google
b. Kalau masih lelet itu biasanya virus sedang bersemayam. Lakukan cara sebagai berikut:
1) Scan pakai anti virus. Kalau bisa buatan luar yang teruji benar. Sebab pengalaman pernah pakai SMADAV malah komputer dibantai virus habis-habisan tampilannya jadi ga keru-keruan terus hang/freeze/mouse tidak bisa jalan, dll.  Gilanya lagi pas mau install anti virus baru gagal jutaan kali ternyata gara-gara si SMADAV ini. Pakai SMADAV dilayar tertulis -komputer no virus-, kenyataannya ancurrr..... Makanya uninstall dulu smadav/anti virus yang sudah ada KO, baru anti virus baru bisa diinstall. Dulu di Indo saya pakai SMADAV tidak ada masalah dan bisa berjalan beriringan dengan anti virus lain, tapi sekarang SMADAV sudah berubah dan tidak semanis dulu. Bukan virus yang diserang malah anti virus lain yang dihajar. Saran sebaiknya pakai anti virus satu saja. Pilihan terserah anda. Saya sih pakai sophos karena download dan update free dari University. Anti virus yang bagus itu yang selalu diupdate atau langganan. Kalau keadaan darurat pakai yang trial 30 hari. Jalankan anti virusnya.
2. Kalau virusnya merajalela dan kayak orang jualan / iklan, segera lakukan hal berikut :
a. Download adwcleaner. Jalankan. Download gratis -----> cari di google
b. Download malwarebytes. Jalankan. Download gratis -----> cari di google
3. Kalau virusnya dah ngerusak system terus layar kita jadi biru (blue screen of death). Solusinya:
a. Masuk ke BIOS (tekan power terus tekan F2/F8 sampai masuk bios. Klik system restore.
b. Scan pakai anti virus sampai detail.
c. Update pakai microsoft - nyalain kontrol panel terus klik update install (pilih yang recoomended). Update yang kadang mengganggu ini ternyata ada manfaatnnya karena dia membantu mendeteksi kalau ada file system kita yang missing atau error karena habis diacak-acak virus. Apalagi virus berbahasa asing kayak cina yang bikin pusing karena kita gak tahu bahasanya. Makanya sering dicek kalau ada program nyerobot masuk karena kita habis install program baru dari internet (third party).
4. Jangan lupa defrag komputer rutin. Klik tombol start, search defrag ----> jalankan.


Semoga komputer selamat dari warna biru, jalannya cepat seperti angin, dan tidak ada iklan2 yang mengganggu.


Terima kasih.

Windows 7 tidak bisa booting - Solved !! - Pakai CD / DVD - driver recovery

File windows yang korup kadang bisa bikin jengkel dan lemas karena bikin laptop atau komputer tidak bisa start/hidup karena gagal booting. Tapi jangan khawatir selalu ada cara untuk mengatasinya yaitu dengan CD/DVD yang sudah kita boot terlebih dahulu. Begini solusinya:

1. Pinjam laptop / komputer temanmu.
2. Download ISO Windows 7 disesuaikan dengan jenis Windows di komputermu, termasuk apakah 32-bits atau 64-bits Windows -------> CARI DI GOOGLE
3. Download WinISO --------> CARI DI GOOGLE
Ada yang pakai Windows 7 USB DVD Download Tool tapi sering gagal / failed setelah 99%.
4. Jalankan WinISO, klik bootable, klik import, cari ISO WINDOWS 7, klik Current (jangan yang save), masukin CD / DVD kosong, klik BURN, selesai.


Terus cari laptop / komputer yang bermasalah, lakukan langkah ini :
1. Masuk ke bios dengan cara tekan tombol power terus tekan F2/F8 terus sampai masuk bios.
2. Dari Main tab, geser ke kiri pakai panah ke Boot tab
3. Klik CD/DVD sebagai priority (taruh diatas pakai F5 atau F6)
4. Klik F10 (Exit and Save)
5. Masukin CD/DVD yang sudah di booting
6. Nyalain start power komputernya.
7. Hurayyy ------> Komputernya nyala lagi.




Terima kasih

Windows 7 tidak bisa booting - Solved !!- pakai USB - driver recovery

File windows yang korup kadang bisa bikin jengkel dan lemas karena bikin laptop atau komputer tidak bisa start/hidup karena gagal booting. Tapi jangan khawatir selalu ada cara untuk mengatasinya yaitu dengan USB yang sudah kita boot terlebih dahulu. Begini solusinya:

1. Pinjam laptop / komputer temanmu.
2. Download ISO Windows 7 disesuaikan dengan jenis Windows di komputermu, termasuk apakah 32-bits atau 64-bits Windows -------> CARI DI GOOGLE
3. Download Windows 7 USB DVD Download Tool --------> CARI DI GOOGLE
4. Jalankan Windows 7 USB DVD Download Tool, klik ISO Windows 7, klik USB, Proses copying, Selesai.

Terus cari laptop / komputer yang bermasalah, lakukan langkah ini :
1. Masuk ke bios dengan cara tekan tombol power terus tekan F2/F8 terus sampai masuk bios.
2. Dari Main tab, geser ke kiri pakai panah ke Boot tab
3. Klik USB sebagai priority (taruh diatas pakai F5 atau F6)
4. Klik F10 (Exit and Save)
5. Masukin USB yang sudah di booting
6. Nyalain start power komputernya.
7. Hurayyy ------> Komputernya nyala lagi.


Terima kasih

Tuesday, 3 November 2015

INTERNATIONAL SEMINAR ON PARTNERSHIP FOR SUSTAINABLE HOUSING AND URBAN DEVELOPMENT

Pada tanggal 15-16 Oktober 2015, saya diajak Professor Manohar Pawar, PhD untuk memberikan presentasi pada acara International Seminar on Partnership for Sustainable Housing and Urban Development di Surabaya Indonesia. Professor Manohar Pawar adalah Professor of Social Work dari Charles Sturt University, Australia. Berikut adalah foto dokumentasi selama kegiatan seminar dan kunjungan lapangan.

Foto sewaktu acara seminar berlangsung






Foto kunjangan lapangan (Taman Bungkul, Surabaya)



Foto kunjangan lapangan (Lumpur Lapindo, Porong - Sidoarjo)



Foto kunjangan lapangan (TPS Super Depo Sutorejo, Surabaya)

Foto kunjangan lapangan (Program Desaku Menanti untuk gelandangan dan pengemis di Desa Prodo, Kecamatan Winongan, Kapubaten Pasuruan, Propinsi Jawa Timur)


Keynote speech Professor Manohar Pawar, PhD tentang Dynamics of Community Partnership in Asia and the Pacific, dapat diunduh di sini. 

Presentasi Professor Manohar Pawar, PhD tentang Community development and urban renewal projects, dapat diunduh di sini. 



Berikut adalah beberapa buku tentang Community Development yang beliau tulis:
1. Pawar, M. (2014). Social and Community Development Practice. New Delhi: Sage.
2. Pawar, M. and Cox, D., (eds.) (2010). Social Development: Critical themes and perspectives. New York: Routledge.
3. Pawar, M. (2010). Community Development in Asia and the Pacific, New York: Routledge.

Wednesday, 10 June 2015

PUISI MENCARI TUHAN

“Di manakah Engkau? …
Semalam aku menunggui-Mu …
Aku berharap-harap, namun Kau tak kunjung datang …
Kemana harus kupergi? 
Ke mana aku harus mencari-Mu?
Oh.. Kekasihku, dimanakah Engkau?
Oh.. Kekasihku, Oh.. Tuhan…”


”Ooh.. Kekasihku, Ooh.. Tuhanku …
Berikan aku kesempatan …
Untuk membereskan tempat tidur-Mu …
Berikan aku kesempatan untuk membasuh kaki-Mu …
Ooh.. Kekasihku, Ooh.. Tuhanku
Dengarkanlah ratapanku
Aku merindukan-Mu
Sekali aja… kekasihku… 
Berikan aku kesempatan untuk
Menyuguhkan anggur terbaik bagi-Mu
Buah-buahan yang terpilih untuk-Mu
Berikan aku kesempatan
Oh Tuhanku… Oh Kekasihku…”

TEKS SYI’IR TANPO WATON YANG DILANTUNKAN OLEH GUS DUR YANG PENUH DENGAN NASEHAT, HIKMAH DAN MAKNA YANG SANGAT DALAM

TEKS SYI’IR TANPO WATON YANG DILANTUNKAN OLEH GUS DUR YANG PENUH DENGAN NASEHAT, HIKMAH DAN MAKNA YANG SANGAT DALAM



Teks Dalam Bahasa Jawa : 



Astagfirullah robbal baroya…
Astagfirulloh minal khootooya…
Robbi zidni `ilmannaafii’a…
Wawaffikni `amalan sholiha…


Yaa rosulallah salammun’alaik…
Yaa rofi’asaaniwaddaaroji…
`atfatayaji rotall `aalami…
Yauhailaljuu diwaalkaromi…


Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran
Kelawan muji maring pingeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo petungan 2X


Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syare’at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro 2X


Akeh kang apal Qur’an haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale 2X


Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nistho 2X


Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhite
Baguse sangu mulyo matine 2X


Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakekot manjing rasane 2 X


Alquran qodim wahyu minulyo
Tanpo dinulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing jero dodo 2X


Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu’jizat rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjing iman 2 X


Kelawan Alloh kang moho suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadhohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X


Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas pasan
Kabeh tinakdir saking pengeran 2X


Kelawan konco dulur lan tonggo
Kang podho rukun podho trapsilo
Iku sunnahe, Rasul kang mulyo
Nabi Muhammad, Panutan Kito 2X


Ayo nglakoni sakabehane
Allah kang bakal ngangkat drajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate 2X


Lamun palarasto ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese 2X


Yarosulalloh salammun’alaik…
Yaarofi’asaaniwaddaaroji…
`atfatayaji rotall `aalami…
Yauhailaljuu diwaalkaromi…



Teks Dalam Bahasa Indonesia :

Astagfirullah robbal baroya…
Astagfirulloh minal khootooya…
Robbi zidni `ilmannaafii’a…
Wawaffikni `amalansholiha…

Yarosulalloh salammun’alaik…
Yaarofi’asaaniwaddaaroji…
`atfatayaji rotall `aalami…
Yauhailaljuu diwaalkaromi…


aku memulai menembangkan syi’ir
dengan memuji kepada Tuhan
yang memberi rohmat dan kenikmatan
siang dan malamnya tanpa terhitung 2x

wahai para teman pria dan wanita
jangan hanya belajar syari’at saja
hanya pandai bicara, menulis dan membaca
esok hari bakal sengsara 2x

banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya
senang mengkafirkan kepada orang lain
kafirnya sendiri tak dihiraukan
jika masih kotor hati dan akalnya 2x

gampang terbujuk nafsu angkara
dalam hiasan gemerlapnya dunia
iri dan dengki kekayaan tetangga
maka hatinya gelap dan nista 2x

ayo saudara jangan melupakan
wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya
untuk mempertebal iman tauhidnya
bagusnya bekal mulia matinya 2x

Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya
karena mapan sari ilmunya
menjalankan tarekat dan ma’rifatnya
juga hakikat meresap rasanya 2x

Al Qur’an qodim wahyu yang mulia
tanpa ditulis bisa dibaca
itulah nasihat guru mumpuni
Ditancapkan di dalam dada 2x

menempel di hati dan pikiran
merasuk dalam badan dan seluruh hati
mukjizat Rosul(Al-Qur’an) jadi pedoman
sebagai sarana jalan masuknya iman 2x

Kepada Allah Yang Maha Suci
harus mendekatkan diri siang dan malam
diusahakan dengan sungguh - sungguh secara ikhlas
dzikir dan suluk jangan sampai lupa 2x

hidupnya tentram merasa aman
mantabnya rasa tandanya iman
sabar menerima meski hidupnya pas-pasan
semua adalah takdir dari Tuhan 2x

terhadap teman, saudara dan tetangga
yang rukun jangan bertengkar
itu sunnahnya Rosul yang mulia
Nabi Muhammad tauladan kita 2x

ayo jalani semuanya
Allah yang akan mengangkat derajatnya
Walaupun rendah tampilan dhohirnya
namun mulia maqam derajatnya disisi Allah

 ketika ajal telah datang di akhir hayatnya
tidak tersesat ruh dan sukmanya
dirindukan Allah surga tempatnya
utuh jasadnya juga kain kafannya 2x

Yarosulalloh salammun’alaik…
Yaarofi’asaaniwaddaaroji…
`atfatayaji rotall `aalami…
Yauhailaljuu diwaalkaromi…

 Teks Dalam Bahasa Sunda :

Astagfirullah robbal baroya…
Astagfirulloh minal khootooya…
Robbi zidni `ilmannaafii’a…
Wawaffikni `amalansholiha…

Yarosulalloh salammun’alaik…
Yaarofi’asaaniwaddaaroji…
`atfatayaji rotall `aalami…
Yauhailaljuu diwaalkaromi…


kuring mitembeyan menembangkan syi’ir
kalayan muji ka Pangéran
anu méré rohmat sarta keni’matan
Beurang sarta peutingna tanpa terhitung 2x

wahai para réncang lalaki sarta wanoja
ulah ngan diajar syari’at waé
ngan pandai ngomong, nulis sarta maca
esok poé bakal tunggara 2x

loba anu hapal Qur’an sarta Haditsnya
gumbira mengkafirkan ka batur
kafirnya sorangan teu dihiraukan
lamun masih kotor haté sarta uteukna 2x

gampang terbujuk napsu angkara
dina hiasan gemerlapnya dunya
iri sarta dengki kakayaan tatangga
mangka haténa gelap sarta nista 2x

hayu baraya ulah mopohokeun
wajibna mengkaji pepek kalayan aturanana
pikeun ngandelan iman tauhidna
alusna bekel mulia matinya 2x

Anu disebut sholeh nyaéta alus haténa
alatan mapan sari élmuna
ngajalankeun tarekat sarta ma’rifatnya
ogé hakikat meresap rasana 2x

Al Qur’an qodim wahyu anu mulia
tanpa ditulis bisa dibaca
éta pisan nasihat guru mumpuni
Ditancapkan di jero harigu 2x

adek di haté sarta pikiran
merasuk dina awak sarta sakumna haté
mukjizat Rosul(Al-qur’an) jadi padoman
minangka sarana jalan asupna iman 2x

Ka Alloh Anu Maha Suci
kudu ngaraketkeun diri beurang sarta peuting
ditarékahan kalayan éstuning - éstuning sacara ikhlas
dzikir sarta suluk ulah nepi ka poho 2x

hirupna tentram ngarasa aman
mantabnya rasa tandana iman
sabar narima cacak hirupna pas-pasan
kabéh nyaéta takdir ti Pangéran 2x

ka réncang, baraya sarta tatangga
anu rukun ulah paraséa
éta sunnahnya Rosul anu mulia
Nabi Muhammad tauladan urang 2x

hayu jalanan kabéhanana
Alloh anu baris mengangkat derajatnya
Sanajan pendék tampilan dhohirnya
tapi mulia maqam derajatnya disisi Alloh 

sabot ajal geus datang di ahir hayatnya
henteu kasasar ruh sarta sukmanya
dipikasono Alloh surga tempatna
gembleng jasadnya ogé lawon kafannya 2x

Yarosulalloh salammun’alaik…
Yaarofi’asaaniwaddaaroji…
`atfatayaji rotall `aalami…
Yauhailaljuu diwaalkaromi…