Kalo BAPAK pikirannya JOROK (iseng.. :)
Seorang ayah mempunyai tiga orang anak cewek yang cantik dan populer di kalangan para cowok. Karenanya, setiap malam minggu sang ayah terpaksa harus ekstra waspada mengawasi para cowok yang datang mengajak putrinya kencan.
Begitulah, suatu malam minggu terdengar bel berdering. Sang ayah membuka pintu dan di depannya berdiri seorang cowok yang memperkenalkan diri.
"Nama saya Nanang, ingin menjemput Endang, kami mau berenang, sudah siapkah dia sekarang...?"
Sang ayah meneruskan pesan itu ke belakang dan tak lama kemudian keluarlah Endang untuk pergi berenang dengan pacarnya.
Beberapa saat kemudian bel berdering lagi.
"Namaku Deni," kata cowok di pintu itu mengenalkan diri. "Aku ingin menjemput Susi, kami mau makan spageti, sudah siapkah ia menanti...?"
Sang ayah meneriakkan pesan itu ke belakang dan keluarlah putrinya Susi.
Baru saja si ayah mau duduk di kursi, terdengar lagi bel berdering. Seorang cowok memperkenalkan diri, "Nama saya Sentot. Saya mau menjemput Margot..........."
Sang ayah langsung membanting pintu. "NGGAK BISA, BANGSAAT....!!!"
Hatiku selembar daun...
Friday, 12 November 2010
Intel Indonesia Vs Inggris, Israel, CIA
Intel Indonesia Vs Inggris, Israel, CIA
Ditengah carut marutnya wajah lembaga intelijen kita, masih ada satu hal yang membuat kita bangga. Ternyata dalam hal menerapkan kerahasiaan dalam tugas, intelijen Indonesia-lah yang menerapkannya pada level yang paling ketat.
Di Inggris, agen MI6 biro yang satu tidak mengetahui apa yang dikerjakan oleh agen MI6 dari biro lainnya.
Di Israel, agen Mossad satgas yang satu tidak mengetahui apa yang dikerjakan rekannya dari satgas lain.
Di Amrik, agen CIA bahkan tidak tahu apa yang dikerjakan sesama agen di sebelahnya.
Tapi itu belum apa-apa dibanding agen indonesia. Di sini seorang intel tidak tahu apa yang dia kerjakan.
Hatiku selembar daun...
Ditengah carut marutnya wajah lembaga intelijen kita, masih ada satu hal yang membuat kita bangga. Ternyata dalam hal menerapkan kerahasiaan dalam tugas, intelijen Indonesia-lah yang menerapkannya pada level yang paling ketat.
Di Inggris, agen MI6 biro yang satu tidak mengetahui apa yang dikerjakan oleh agen MI6 dari biro lainnya.
Di Israel, agen Mossad satgas yang satu tidak mengetahui apa yang dikerjakan rekannya dari satgas lain.
Di Amrik, agen CIA bahkan tidak tahu apa yang dikerjakan sesama agen di sebelahnya.
Tapi itu belum apa-apa dibanding agen indonesia. Di sini seorang intel tidak tahu apa yang dia kerjakan.
Hatiku selembar daun...
Tentara Indonesia Vs Amerika, Inggris, Jepang
Tentara Indonesia Vs Amerika, Inggris, Jepang
Di sebuah misi perdamian di Bosnia, empat orang tentara perdamaian dari Amerika, Ingris, Jepang dan Indonesia sedang berpatroli. Sambil berjalan keempatnya lalu menceritakan pengalaman tentang keberaniannya masing-masing.
Tentara Amerika berkata �di Vietnam saya sendirian di hutan melawan tigaratus tentara Vietkong, separuhnya saya sikat habis, keluar dari hutan hanya jari telunjuk saya yang bengkak karena memencet pelatuk�.
Tentara inggris, �di Irlandia saya disekap dimarkas IRA, saya meloloskan diri dengan menghabisi 20 orang teroris, cuma satu sepatu saya yang tertinggal�.
Tentara Jepang, �Di Tokyo saya dikepung oleh selusin anggota yakuza yang menggunakan samurai, dengan tangan kosong saya buat mereka babak belur, cuma satu kancing baju saya yang copot.�
Tentara Indonesia tersenyum-senyum dan berdecak kagum mendengar kisah rekan-rekannya tersebut. �Saya tidak pernah ke vietnam, tidak pernah ke irlandia, tidak pernah ke Tokyo, cuma saya mau kasih tahu, ini ranjau yang saya injak kapan meledaknya ya�.
Hatiku selembar daun...
Di sebuah misi perdamian di Bosnia, empat orang tentara perdamaian dari Amerika, Ingris, Jepang dan Indonesia sedang berpatroli. Sambil berjalan keempatnya lalu menceritakan pengalaman tentang keberaniannya masing-masing.
Tentara Amerika berkata �di Vietnam saya sendirian di hutan melawan tigaratus tentara Vietkong, separuhnya saya sikat habis, keluar dari hutan hanya jari telunjuk saya yang bengkak karena memencet pelatuk�.
Tentara inggris, �di Irlandia saya disekap dimarkas IRA, saya meloloskan diri dengan menghabisi 20 orang teroris, cuma satu sepatu saya yang tertinggal�.
Tentara Jepang, �Di Tokyo saya dikepung oleh selusin anggota yakuza yang menggunakan samurai, dengan tangan kosong saya buat mereka babak belur, cuma satu kancing baju saya yang copot.�
Tentara Indonesia tersenyum-senyum dan berdecak kagum mendengar kisah rekan-rekannya tersebut. �Saya tidak pernah ke vietnam, tidak pernah ke irlandia, tidak pernah ke Tokyo, cuma saya mau kasih tahu, ini ranjau yang saya injak kapan meledaknya ya�.
Hatiku selembar daun...
Tentara Indonesia Vs Amerika, Rusia, Inggris
Tentara Indonesia Vs Amerika, Rusia, Inggris
Pada suatu hari empat orang tentara dari negeri yang berbeda ketemu di sebuah cafe di jalan jaksa. Setelah minum satu krat bir keempatnya mulai mabuk dan memuji-muji kehebatan tentara negerinya massing-masing.
Tentara Amerika, � kami punya rudal yang bisa menembak seekor ayam dengan tepat dari jarak 5000 kilometer tanpa meleset sedikitpun�.
Tentara Rusia, � Itu belum seberapa, kami punya rudal yang bila ditembakan dari Moscow bisa menembak seekor ikan tuna yang sedang berenang disamudera Pacifik tepat dikepalanya�.
Tentara Inggris, � Itu belum seberapa, kami sudah mengembangkan jenis rudal baru yang bila diledakan di Bagdat, maka orang-orang di New Delhi akan terkencing-kencing mendengar suaranya.�
Tentara Indonesia yang sudah agak mabuk lalu menimpali �itu sikh belum apa-apa, kalau disini kami nggak perlu rudal-rudalan segala, cukup kepasar dengan pake seragam bisa dapat ayam, ikan tuna dan membuat si pedagang terkencing-kencing melihat pestol kami.�
Hatiku selembar daun...
Pada suatu hari empat orang tentara dari negeri yang berbeda ketemu di sebuah cafe di jalan jaksa. Setelah minum satu krat bir keempatnya mulai mabuk dan memuji-muji kehebatan tentara negerinya massing-masing.
Tentara Amerika, � kami punya rudal yang bisa menembak seekor ayam dengan tepat dari jarak 5000 kilometer tanpa meleset sedikitpun�.
Tentara Rusia, � Itu belum seberapa, kami punya rudal yang bila ditembakan dari Moscow bisa menembak seekor ikan tuna yang sedang berenang disamudera Pacifik tepat dikepalanya�.
Tentara Inggris, � Itu belum seberapa, kami sudah mengembangkan jenis rudal baru yang bila diledakan di Bagdat, maka orang-orang di New Delhi akan terkencing-kencing mendengar suaranya.�
Tentara Indonesia yang sudah agak mabuk lalu menimpali �itu sikh belum apa-apa, kalau disini kami nggak perlu rudal-rudalan segala, cukup kepasar dengan pake seragam bisa dapat ayam, ikan tuna dan membuat si pedagang terkencing-kencing melihat pestol kami.�
Hatiku selembar daun...
Christopher Si Tukang Pipa
Christopher Si Tukang Pipa
Alkisah, bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman sedang pusing karena pipa keran airnya bocor, ia takut anaknya yang masih kecil terjatuh. Setelah bertanya ke sana-kemari, ditemukan seorang tukang terbaik. Melalui pembicaraan telepon, sang tukang menjanjikan dua hari lagi untuk memperbaiki pipa keran sang bos. Esoknya, sang tukang justru menelepon sang bos dan mengucapkan terima kasih. Sang bos sedikit bingung. Sang tukang menjelaskan, ia berterima kasih sebab sang bos telah mau memakai jasanya dan bersedia menunggunya sehari lagi. Pada hari yang ditentukan, sang tukang bekerja dan bereslah tugasnya, lalu menerima upah. Dua minggu kemudian, sang tukang kembali menelepon sang bos dan menanyakan apakah keran pipa airnya beres. Namun, ia juga kembali mengucapkan terima kasih atas kesediaan sang bos memakai jasanya. Sebagai catatan, sang tukang tidak tahu bahwa kliennya itu adalah bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman. Cerita belum tamat. Sang bos demikian terkesan dengan sang tukang dan akhirnya merekrutnya. Tukang itu bernama Christopher L Jr dan kini menjabat GM Customer Satisfaction & Public Relation Mercedes Benz. Dalam sebuah wawancara, Christopher menjawab, ia melakukan semua itu bukan sekadar tuntutan after sales service atas jasanya sebagai plumber. Jauh lebih penting, ia selalu yakin tugas utamanya bukanlah memperbaiki pipa bocor, tetapi keselamatan dan kenyamanan orang yang memakai jasanya. Christopher melihat lebih jauh dari tugasnya.
Source:
http://blog.diansastrowardoyo.net/
Hatiku selembar daun...
Alkisah, bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman sedang pusing karena pipa keran airnya bocor, ia takut anaknya yang masih kecil terjatuh. Setelah bertanya ke sana-kemari, ditemukan seorang tukang terbaik. Melalui pembicaraan telepon, sang tukang menjanjikan dua hari lagi untuk memperbaiki pipa keran sang bos. Esoknya, sang tukang justru menelepon sang bos dan mengucapkan terima kasih. Sang bos sedikit bingung. Sang tukang menjelaskan, ia berterima kasih sebab sang bos telah mau memakai jasanya dan bersedia menunggunya sehari lagi. Pada hari yang ditentukan, sang tukang bekerja dan bereslah tugasnya, lalu menerima upah. Dua minggu kemudian, sang tukang kembali menelepon sang bos dan menanyakan apakah keran pipa airnya beres. Namun, ia juga kembali mengucapkan terima kasih atas kesediaan sang bos memakai jasanya. Sebagai catatan, sang tukang tidak tahu bahwa kliennya itu adalah bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman. Cerita belum tamat. Sang bos demikian terkesan dengan sang tukang dan akhirnya merekrutnya. Tukang itu bernama Christopher L Jr dan kini menjabat GM Customer Satisfaction & Public Relation Mercedes Benz. Dalam sebuah wawancara, Christopher menjawab, ia melakukan semua itu bukan sekadar tuntutan after sales service atas jasanya sebagai plumber. Jauh lebih penting, ia selalu yakin tugas utamanya bukanlah memperbaiki pipa bocor, tetapi keselamatan dan kenyamanan orang yang memakai jasanya. Christopher melihat lebih jauh dari tugasnya.
Source:
http://blog.diansastrowardoyo.net/
Hatiku selembar daun...
Suharto dan Tuhan
Suharto dan Tuhan
Alkisah,Presiden Suharto pernah berkunjung ke sebuah masjid. Ia melihat seorang wanita yang dengan serius berdoa,"apakah saya dapat melihat anak perempuan saya menikah ??"
dan muncullah suara dari surga, yang berbunyi "karena amal salehmu selama di dunia,kamu akan melihatnya!". Prs.Suharto terkagum-kagum,ia kemudian melihat orang kedua berdoa dengan kushuk.
"Ya aLLah,apakah saya dapat melihat anak laki-laki saya menjadi sarjana?"
muncullah lagi suara dari surga yang berbunyi,"karena amal salehmu di dunia,kamu akan melihatnya!".
Melihat itu,berdoalah pula prs.Suharto.
"Ya Allah,apakah saya dapat hidup lebih lama lagi,dan melihat anak2 saya bahagia ?".
Suara dari surga muncul lagi,tapi kali ini berbunyi
"TIDAK !! SELAMA SAYA MASIH ADA !!"
Hatiku selembar daun...
Alkisah,Presiden Suharto pernah berkunjung ke sebuah masjid. Ia melihat seorang wanita yang dengan serius berdoa,"apakah saya dapat melihat anak perempuan saya menikah ??"
dan muncullah suara dari surga, yang berbunyi "karena amal salehmu selama di dunia,kamu akan melihatnya!". Prs.Suharto terkagum-kagum,ia kemudian melihat orang kedua berdoa dengan kushuk.
"Ya aLLah,apakah saya dapat melihat anak laki-laki saya menjadi sarjana?"
muncullah lagi suara dari surga yang berbunyi,"karena amal salehmu di dunia,kamu akan melihatnya!".
Melihat itu,berdoalah pula prs.Suharto.
"Ya Allah,apakah saya dapat hidup lebih lama lagi,dan melihat anak2 saya bahagia ?".
Suara dari surga muncul lagi,tapi kali ini berbunyi
"TIDAK !! SELAMA SAYA MASIH ADA !!"
Hatiku selembar daun...
Tentang Pembunuhan
Tentang Pembunuhan
Seorang suami yang memergoki isterinya sedang menyeleweng dengan laki-laki yang tak dikenalnya, spontan membunuh keduanya.
Peristiwa ini terjadi dihari Selasa minggu lalu, so minggu ini dia disidangkan dengan tuntutan maksimal hukuman mati, berita ini keruan saja menjadi topik pembicaraan dikalangan tetangga-tetangganya suami-isteri itu yang belum dikaruniai anak,
Dalam obrolan yang ramai diwarung kopi siang itu, siapa nyana tahu-tahu seorang pemuda tampan yakni salah satu tetangga dekat mereka berkata lega :
"Masih untung, terjadinya bukan dihari SENIN, kawan-kawan........",
"Lha kalu dihari Senin emangnye kenapeeee......",
"Jika itu terjadi dihari Senin, yang mati dibunuh oleh suaminya itu bukannya laki-laki malang itu, tapi adalah AKUUUUUUUUUUUU.............".
Hatiku selembar daun...
Seorang suami yang memergoki isterinya sedang menyeleweng dengan laki-laki yang tak dikenalnya, spontan membunuh keduanya.
Peristiwa ini terjadi dihari Selasa minggu lalu, so minggu ini dia disidangkan dengan tuntutan maksimal hukuman mati, berita ini keruan saja menjadi topik pembicaraan dikalangan tetangga-tetangganya suami-isteri itu yang belum dikaruniai anak,
Dalam obrolan yang ramai diwarung kopi siang itu, siapa nyana tahu-tahu seorang pemuda tampan yakni salah satu tetangga dekat mereka berkata lega :
"Masih untung, terjadinya bukan dihari SENIN, kawan-kawan........",
"Lha kalu dihari Senin emangnye kenapeeee......",
"Jika itu terjadi dihari Senin, yang mati dibunuh oleh suaminya itu bukannya laki-laki malang itu, tapi adalah AKUUUUUUUUUUUU.............".
Hatiku selembar daun...
Ayah, Kembalikan Tanganku
Ayah, Kembalikan Tanganku
Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan , tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya.
Hatiku selembar daun...
Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan , tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya.
Hatiku selembar daun...
Ibu, Kenapa Engkau Tidak Mau Memandikanku
Ibu, Kenapa Engkau Tidak Mau Memandikanku
Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang di MILIKI nya sampai akhirnya.....
Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi.
Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya.
''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.
Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya.
Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran. Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel'', sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.
Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD.
Lengkaplah kebahagiaan mereka.Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ''alif'' dan huruf terakhir ''ya'', jadilah nama yang enak didengar: Alifya.
Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.
Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila.
Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.
Setulusnya saya pernah bertanya, ''Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal?''
Dengan sigap Rani menjawab, ''Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK !''
Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon.
Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti. Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya.
Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.
''Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.'' Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.
Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya.
Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif.
Lagi-lagi bocah kecil ini ''memahami'' orang tuanya.
Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik.
Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.
Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria.
Maka, Rani menyapanya ''malaikat kecilku''.
Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta.
Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.
Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter.
''Alif ingin Bunda mandikan,'' ujarnya penuh harap.
Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya.
Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya.
Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ''Bunda, mandikan aku!'' kian lama suara Alif penuh tekanan.
Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian.
Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.
Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter.
''Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.''
Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah swt sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.
Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat.
Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.
Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku.
''Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,'' ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi.
Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.
Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara.
Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ''Ini sudah takdir, ya kan.
Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?''
Saya diam saja. Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong.
''Ini konsekuensi sebuah pilihan,'' lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat.
Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja. Tiba-tiba Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunya histeris, lantas tergugu hebat.
Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak.
''Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..'' Rani merintih mengiba-iba.
Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya.Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif.
Senja pun makin tua.
Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.
Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat.
Sering kali orang sibuk 'di luaran', asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang2 di dekatnya yang disayanginya.
Akan masih ada waktu 'nanti' buat mereka, jadi abaikan saja dulu.
Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang.
Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.
Pelajaran yang sangat menyedihkan. Semoga yang membacanya bisa mengambil makna yang terkandung dalam kisah tsb.
Hatiku selembar daun...
Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang di MILIKI nya sampai akhirnya.....
Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi.
Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya.
''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.
Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya.
Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran. Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel'', sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.
Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD.
Lengkaplah kebahagiaan mereka.Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ''alif'' dan huruf terakhir ''ya'', jadilah nama yang enak didengar: Alifya.
Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.
Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila.
Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.
Setulusnya saya pernah bertanya, ''Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal?''
Dengan sigap Rani menjawab, ''Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK !''
Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon.
Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti. Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya.
Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.
''Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.'' Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.
Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya.
Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif.
Lagi-lagi bocah kecil ini ''memahami'' orang tuanya.
Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik.
Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.
Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria.
Maka, Rani menyapanya ''malaikat kecilku''.
Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta.
Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.
Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter.
''Alif ingin Bunda mandikan,'' ujarnya penuh harap.
Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya.
Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya.
Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ''Bunda, mandikan aku!'' kian lama suara Alif penuh tekanan.
Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian.
Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.
Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter.
''Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.''
Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah swt sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.
Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat.
Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.
Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku.
''Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,'' ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi.
Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.
Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara.
Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ''Ini sudah takdir, ya kan.
Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?''
Saya diam saja. Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong.
''Ini konsekuensi sebuah pilihan,'' lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat.
Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja. Tiba-tiba Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunya histeris, lantas tergugu hebat.
Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak.
''Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..'' Rani merintih mengiba-iba.
Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya.Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif.
Senja pun makin tua.
Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.
Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat.
Sering kali orang sibuk 'di luaran', asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang2 di dekatnya yang disayanginya.
Akan masih ada waktu 'nanti' buat mereka, jadi abaikan saja dulu.
Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang.
Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.
Pelajaran yang sangat menyedihkan. Semoga yang membacanya bisa mengambil makna yang terkandung dalam kisah tsb.
Hatiku selembar daun...
JANGAN KIRIMI AKU BUNGA.....
JANGAN KIRIMI AKU BUNGA.....
Aku mendapat bunga hari ini, meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku. Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan. Aku tahu ia menyesali perbuatannyakarena hari ini ia mengirim aku bunga.
Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami. Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku. Aku tahu ia menyesali (perbuatannya)
karena ia mengirim bunga padaku hari ini.
Aku mendapat bunga hari ini,
padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain. Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya. Aku tidak punya uang. Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku? Namun, aku tahu ia menyesali (perbuatannya)semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.
Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku. Ia menganiayaku sampai mati tadi malam. Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini....
--------------
Sekedar untuk perenungan kita bahwa sebaiknya wanita jangan berpangku
sepenuhnya pada laki-laki tanpa memiliki ketrampilan apa-apa dan
janganlah laki-laki menganiaya wanita.
(Unknown)
Hatiku selembar daun...
Aku mendapat bunga hari ini, meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku. Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan. Aku tahu ia menyesali perbuatannyakarena hari ini ia mengirim aku bunga.
Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami. Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku. Aku tahu ia menyesali (perbuatannya)
karena ia mengirim bunga padaku hari ini.
Aku mendapat bunga hari ini,
padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain. Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya. Aku tidak punya uang. Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku? Namun, aku tahu ia menyesali (perbuatannya)semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.
Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku. Ia menganiayaku sampai mati tadi malam. Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini....
--------------
Sekedar untuk perenungan kita bahwa sebaiknya wanita jangan berpangku
sepenuhnya pada laki-laki tanpa memiliki ketrampilan apa-apa dan
janganlah laki-laki menganiaya wanita.
(Unknown)
Hatiku selembar daun...
Cara mencegah penularan flu babi
Cara mencegah penularan flu babi:
1. Jangan berjabat tangan dengan babi yang sedang flu (selain akan tertular flu oleh babi, anda juga akan dianggap orang gila)
2. Jangan berciuman dengan babi yang sedang flu (apalagi yang ini, anda ga mau kan diliat orang sedang berciuman dengan babi)
3. Cucilah tangan setelah anda bergulat dengan babi di kandang babi
3. Jangan suka mengucapkan kata babi ke pada orang lain (babi lu......)
4. Jangan tidur sebelah babi
5. Jangan menerima babi sebagai teman Anda di facebook karena dia dapat mengharvest teman2 Anda di facebook
6. Jikapun Anda memang memelihara babi, sediakan selalu sapu tangan/tissue untuk babi-babi Anda menutup hidung dan mulutnya bila bersin.
7. Hindarilah berenang di kolam renang babi, setidaknya untuk saat ini.
8. Jangan memforward email ini ke babi-babi, dikhawatirkan mereka jadi tau sehingga mencari cara penularan lain
9. Hindari memakai segala asesori babi (kaos gambar babi, anting2 babi, kalung babi, ikat pinggang sabuk babi, dll), babi-babi yang sedang flu itu mungkin akan mengira Anda adalah simpatisan babi, sehingga kemungkinan mereka akan menyerbu Anda untuk meminta perlindungan karena saat ini banyak yang memburu mereka untuk membunuhnya.
10.Salah satu yang juga penting adalah agar para babi ngepet untuk segera menyadarkan diri dan kembali ke jalan yang benar sebelum mereka menciptakan varian baru virus tersebut; flu babi ngepet.
Hatiku selembar daun...
1. Jangan berjabat tangan dengan babi yang sedang flu (selain akan tertular flu oleh babi, anda juga akan dianggap orang gila)
2. Jangan berciuman dengan babi yang sedang flu (apalagi yang ini, anda ga mau kan diliat orang sedang berciuman dengan babi)
3. Cucilah tangan setelah anda bergulat dengan babi di kandang babi
3. Jangan suka mengucapkan kata babi ke pada orang lain (babi lu......)
4. Jangan tidur sebelah babi
5. Jangan menerima babi sebagai teman Anda di facebook karena dia dapat mengharvest teman2 Anda di facebook
6. Jikapun Anda memang memelihara babi, sediakan selalu sapu tangan/tissue untuk babi-babi Anda menutup hidung dan mulutnya bila bersin.
7. Hindarilah berenang di kolam renang babi, setidaknya untuk saat ini.
8. Jangan memforward email ini ke babi-babi, dikhawatirkan mereka jadi tau sehingga mencari cara penularan lain
9. Hindari memakai segala asesori babi (kaos gambar babi, anting2 babi, kalung babi, ikat pinggang sabuk babi, dll), babi-babi yang sedang flu itu mungkin akan mengira Anda adalah simpatisan babi, sehingga kemungkinan mereka akan menyerbu Anda untuk meminta perlindungan karena saat ini banyak yang memburu mereka untuk membunuhnya.
10.Salah satu yang juga penting adalah agar para babi ngepet untuk segera menyadarkan diri dan kembali ke jalan yang benar sebelum mereka menciptakan varian baru virus tersebut; flu babi ngepet.
Hatiku selembar daun...
Tes Psikoanalisa Untuk Mengetahui Bakat Anak
Tes Psikoanalisa Untuk Mengetahui Bakat Anak
Bagi yang punya anak di TK. Ingin tau mau jadi apakah anak anda? Gampang. Kumpulkan 30 orang anak TK tersebut, Ibu guru memimpin mereka masuk ruang kelas. Lalu tinggalkan lah mereka … tunggu beberapa saat … Kita lihat apa reaksi mereka …!!!
Jika mereka tetap ngintil mengikuti terus Ibu Gurunya, nempel terus keluar ruangan . Ini cocok di bagian Legal … (selalu ”merapat” kepada Top Management)
Jika mereka kemudian mengambil mainan balok-balok kayu atau lego … dipasang … lalu diberantakin lagi … pasang lagi … berantakin lagi … Kalo bosen ditinggal … Dia cari mainan yang lain lagi … lalu pasang … berantakin lagi … pasang lagi … naaaahhh ini keknya menjadi Bagian IT atau Engineering … (bongkar pasang … cari kesibukan sendiri … jika bosen lalu ditinggal … )
Jika mereka maju ke papan tulis dan menulis-nulis sesuatu disitu … yup … tentu saja Ini bagian Training and Development (naluri ngajar bouw)
Bertepuk tangan … menyanyi … berteriak-teriak … menari-nari … ini bagian Operation (tukang ”heboh” soalnya …)(demo mulu kerjaannya)
Berjalan keluar … Jajan cimol dan Harum manis didepan sekolah … Ini bagian Procurement .. (tidak lupa dengan cerewet bertanya … Ini berapa bang … yang itu berapa bang … Yang disitu berapa ?? …)(tapi nggak beli-beli karena uangnya kurang)
Ambil Tas … buka bekal … makan-makan … minum-minum … hepi-hepi … haha hihi hah … Ini pasti orang-orang Marketing nih … (marketing gitu loh …)(Everyday is a holiday)
Jika mereka malah berantem sesamanya … cakar-cakaran dsb … Ini pasti cocok di divisi Bussiness Development …
Mendorong-dorong meja … mengangkat kursi … merapih-rapihkan kelas … melap meja kursi … nyapu kelas … Ini General Affair lah …
Lari keluar kelas … main-main diluar … main ayunan … main prosotan … main jungkat – jungkit … Gak peduli apa yang terjadi di dalam kelas … Ini bagian Sales dan Customer Service (spesialis ”urusan luar” bukan ???). (urusan main)
Menangis keras … memanggil-manggil bu gurunya … mengarang cerita yang termehek-mehek agar dikasihani gurunya … agar bu gurunya memperhatikan dia …. mmm ini bagian Quality Control atau Internal Control. (specialis komplain dan Tukang ngadu)
Membuka tas … merogoh k anto ng … membuka dompet barbie/narutonya … menghitung uang recehan disana … atau bahkan menghitung-hitung jumlah jendela yang ada dikelas … itu pasti akan jadi … Finance dan Accounting …
Ngambil Crayon … coret-coret dinding … mudah saja ini tentu Graphic Design dong
Berceloteh … ngobrol … Cerita-cerita sama temannya … ngoceh kesana kemari … ngomong sendiri … berdiri di depan kelas sambil ketawa-ketiwi … ini bagian Public Relation. (spesialis ketawa – ketiwi … dan ngomong kanan kiri …)
Tarik kursi … berdiri diatas kursi … melihat keluar jendela … menerawang jauh … pura-pura berfikir … Naaaahhh ini lah calon President Direktur kita … (berpandangan visioner jauh kedepan)
Jika mereka hanya duduk diam .. seperti tidak melakukan apa-apa … naaahhh ini bagian Personalia . (hihihihi)(yes … Sitting Idle right ???)
Jika mereka ternyata berdiri di depan pintu … siap siaga selalu memegang handel pintu … buka tutup pintu ….. aaaahhhh ini pasti … Bagian Security atau Door man …).
Hatiku selembar daun...
Bagi yang punya anak di TK. Ingin tau mau jadi apakah anak anda? Gampang. Kumpulkan 30 orang anak TK tersebut, Ibu guru memimpin mereka masuk ruang kelas. Lalu tinggalkan lah mereka … tunggu beberapa saat … Kita lihat apa reaksi mereka …!!!
Jika mereka tetap ngintil mengikuti terus Ibu Gurunya, nempel terus keluar ruangan . Ini cocok di bagian Legal … (selalu ”merapat” kepada Top Management)
Jika mereka kemudian mengambil mainan balok-balok kayu atau lego … dipasang … lalu diberantakin lagi … pasang lagi … berantakin lagi … Kalo bosen ditinggal … Dia cari mainan yang lain lagi … lalu pasang … berantakin lagi … pasang lagi … naaaahhh ini keknya menjadi Bagian IT atau Engineering … (bongkar pasang … cari kesibukan sendiri … jika bosen lalu ditinggal … )
Jika mereka maju ke papan tulis dan menulis-nulis sesuatu disitu … yup … tentu saja Ini bagian Training and Development (naluri ngajar bouw)
Bertepuk tangan … menyanyi … berteriak-teriak … menari-nari … ini bagian Operation (tukang ”heboh” soalnya …)(demo mulu kerjaannya)
Berjalan keluar … Jajan cimol dan Harum manis didepan sekolah … Ini bagian Procurement .. (tidak lupa dengan cerewet bertanya … Ini berapa bang … yang itu berapa bang … Yang disitu berapa ?? …)(tapi nggak beli-beli karena uangnya kurang)
Ambil Tas … buka bekal … makan-makan … minum-minum … hepi-hepi … haha hihi hah … Ini pasti orang-orang Marketing nih … (marketing gitu loh …)(Everyday is a holiday)
Jika mereka malah berantem sesamanya … cakar-cakaran dsb … Ini pasti cocok di divisi Bussiness Development …
Mendorong-dorong meja … mengangkat kursi … merapih-rapihkan kelas … melap meja kursi … nyapu kelas … Ini General Affair lah …
Lari keluar kelas … main-main diluar … main ayunan … main prosotan … main jungkat – jungkit … Gak peduli apa yang terjadi di dalam kelas … Ini bagian Sales dan Customer Service (spesialis ”urusan luar” bukan ???). (urusan main)
Menangis keras … memanggil-manggil bu gurunya … mengarang cerita yang termehek-mehek agar dikasihani gurunya … agar bu gurunya memperhatikan dia …. mmm ini bagian Quality Control atau Internal Control. (specialis komplain dan Tukang ngadu)
Membuka tas … merogoh k anto ng … membuka dompet barbie/narutonya … menghitung uang recehan disana … atau bahkan menghitung-hitung jumlah jendela yang ada dikelas … itu pasti akan jadi … Finance dan Accounting …
Ngambil Crayon … coret-coret dinding … mudah saja ini tentu Graphic Design dong
Berceloteh … ngobrol … Cerita-cerita sama temannya … ngoceh kesana kemari … ngomong sendiri … berdiri di depan kelas sambil ketawa-ketiwi … ini bagian Public Relation. (spesialis ketawa – ketiwi … dan ngomong kanan kiri …)
Tarik kursi … berdiri diatas kursi … melihat keluar jendela … menerawang jauh … pura-pura berfikir … Naaaahhh ini lah calon President Direktur kita … (berpandangan visioner jauh kedepan)
Jika mereka hanya duduk diam .. seperti tidak melakukan apa-apa … naaahhh ini bagian Personalia . (hihihihi)(yes … Sitting Idle right ???)
Jika mereka ternyata berdiri di depan pintu … siap siaga selalu memegang handel pintu … buka tutup pintu ….. aaaahhhh ini pasti … Bagian Security atau Door man …).
Hatiku selembar daun...
Kisah 1000 Ciuman
Kisah 1000 Ciuman
Saat ini jaman serba susah. Harga BBM naik, akibatnya terjadi PHK diberbagai
perusahaan.
Salah satu yang terkena PHK adalah Paijo. Sebulan berlalu, tapi Paijo masih
belum mendapatkan pekerjaan yang baru. Otomatis bulan ini ia tidak bisa lagi
mengirim uang untuk istrinya di
kampung halaman.
Setelah
cape muter2 otak (juga kaki) beberapa hari, akhirnya Paijo pasrah.
Tapi....demi menentramkan perasaan istrinya, ia mengirim surat meskipun isinya
hanya demikian :
Istriku Tercinta,
Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa mengirim uang untuk
kebutuhan keluarga di rumah.
Kanda hanya bisa mengirimmu 1000 ciuman.
Salam Cinta,
Kanda Paijo
Seminggu kemudian Paijo mendapat surat balasan dari istri tercintanya :
Kanda Paijo tersayang, Terima kasih atas kiriman 1000 ciumanmu.
Untuk bulan ini Dinda akan menyampaikan laporan pengeluaran keluarga :
1. Tukang minyak bersedia menerima 2 ciuman setiap kali membeli 5 liter minyak
tanah.
2. Tukang listrik mau dibayar dengan 4 ciuman per-tanggal 10 setiap bulannya.
3. Pemilik kontrakan rumah mau dibayar cicil dengan 3 x ciuman setiap harinya.
4. Engko pemilik toko bahan makanan tidak mau dibayar pakai
ciuman. Ia maunya
dibayar dengan yang lain.. Ya terpaksa Dinda berikan saja.
5. Hal yang sama juga Dinda berikan buat kepala sekolah dan gurunya si Udin
yang sudah 3 bulan nunggak uang sekolah..
6. Besok Dinda mau ke pegadaian untuk tukerin 200 ciuman dengan uang tunai,
karena yang punya pegadaian sudah bersedia menukarkan 200 ciuman + bayaran
lainnya dengan uang 650 ribu, lumayan buat ongkos sebulan.
7. Keperluan pribadi Dinda bulan ini mencapai 50 ciuman.
Kanda Paijo tersayang,
Bulan ini Dinda merasa jadi orang yang paling kaya di kampung, karena sekarang
Dinda memberikan piutang ciuman ke banyak pemuda di kampung kita dan siap
ditukar kapan pun Dinda butuhkan.
Kanda, dari kanda masih tersisa 125 ciuman, apakah kanda punya ide ? Atau saya
tabung saja ya?
Salam Paling Sayang,
dari Dinda seorang.
(di kediaman Paijo)
... Gedubrak!! Paijo pun Pingsan.
Hatiku selembar daun...
Saat ini jaman serba susah. Harga BBM naik, akibatnya terjadi PHK diberbagai
perusahaan.
Salah satu yang terkena PHK adalah Paijo. Sebulan berlalu, tapi Paijo masih
belum mendapatkan pekerjaan yang baru. Otomatis bulan ini ia tidak bisa lagi
mengirim uang untuk istrinya di
kampung halaman.
Setelah
cape muter2 otak (juga kaki) beberapa hari, akhirnya Paijo pasrah.
Tapi....demi menentramkan perasaan istrinya, ia mengirim surat meskipun isinya
hanya demikian :
Istriku Tercinta,
Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa mengirim uang untuk
kebutuhan keluarga di rumah.
Kanda hanya bisa mengirimmu 1000 ciuman.
Salam Cinta,
Kanda Paijo
Seminggu kemudian Paijo mendapat surat balasan dari istri tercintanya :
Kanda Paijo tersayang, Terima kasih atas kiriman 1000 ciumanmu.
Untuk bulan ini Dinda akan menyampaikan laporan pengeluaran keluarga :
1. Tukang minyak bersedia menerima 2 ciuman setiap kali membeli 5 liter minyak
tanah.
2. Tukang listrik mau dibayar dengan 4 ciuman per-tanggal 10 setiap bulannya.
3. Pemilik kontrakan rumah mau dibayar cicil dengan 3 x ciuman setiap harinya.
4. Engko pemilik toko bahan makanan tidak mau dibayar pakai
ciuman. Ia maunya
dibayar dengan yang lain.. Ya terpaksa Dinda berikan saja.
5. Hal yang sama juga Dinda berikan buat kepala sekolah dan gurunya si Udin
yang sudah 3 bulan nunggak uang sekolah..
6. Besok Dinda mau ke pegadaian untuk tukerin 200 ciuman dengan uang tunai,
karena yang punya pegadaian sudah bersedia menukarkan 200 ciuman + bayaran
lainnya dengan uang 650 ribu, lumayan buat ongkos sebulan.
7. Keperluan pribadi Dinda bulan ini mencapai 50 ciuman.
Kanda Paijo tersayang,
Bulan ini Dinda merasa jadi orang yang paling kaya di kampung, karena sekarang
Dinda memberikan piutang ciuman ke banyak pemuda di kampung kita dan siap
ditukar kapan pun Dinda butuhkan.
Kanda, dari kanda masih tersisa 125 ciuman, apakah kanda punya ide ? Atau saya
tabung saja ya?
Salam Paling Sayang,
dari Dinda seorang.
(di kediaman Paijo)
... Gedubrak!! Paijo pun Pingsan.
Hatiku selembar daun...
Nasib Kucing di Jaman Modern
Nasib Kucing di Jaman Modern
Kepada semua manusia yang menghargai hidup
ada orang jepang di new york , yang menjual semacam produk baru yang bernama 'bonsai cat'
orang jepang ini mencoba untuk memasukkan (dengan paksa) anak kucing kedalam botol kaca.
kemudian memasukkan 2 sedotan kedalam botol kaca, yang di gunakan untuk memberikan makan dan membersihkan kotoran kucing.
supaya kucingnya dapat bertambah gede sesuai bentuk botol,
dia bahkan memberikan semacam obat yang akan membuat tulangnya lunak.
penyiksaan ini tidak akan berhenti sampe kucingnya mati.
kucing tidak bisa bergerak, tidak bisa berjalan, dan juga tidak bisa membersihkan diri,
tidak bisa berbuat apa apa. barang yg berasal dari penyiksaan ini telah tersebar di new york , indonesia dan new zealand .
kalau anda ingin informasi lebih lengkap bisa masuk ke http://www.bonsaiki/ tten.com/ (gambarnya sangat tidak manusiawi)
yang lebih tidak masuk akal lagi adalah dia menggunakan bahan kimia, untuk melunakkan tulang kucing, supaya bentuknya sesuai dengan bentuk botol.
ini sama sekali tidak mirip perbuatan manusia, orang jepang ini tidak memiliki hati nurani sama sekali.
Hatiku selembar daun...
Kepada semua manusia yang menghargai hidup
ada orang jepang di new york , yang menjual semacam produk baru yang bernama 'bonsai cat'
orang jepang ini mencoba untuk memasukkan (dengan paksa) anak kucing kedalam botol kaca.
kemudian memasukkan 2 sedotan kedalam botol kaca, yang di gunakan untuk memberikan makan dan membersihkan kotoran kucing.
supaya kucingnya dapat bertambah gede sesuai bentuk botol,
dia bahkan memberikan semacam obat yang akan membuat tulangnya lunak.
penyiksaan ini tidak akan berhenti sampe kucingnya mati.
kucing tidak bisa bergerak, tidak bisa berjalan, dan juga tidak bisa membersihkan diri,
tidak bisa berbuat apa apa. barang yg berasal dari penyiksaan ini telah tersebar di new york , indonesia dan new zealand .
kalau anda ingin informasi lebih lengkap bisa masuk ke http://www.bonsaiki/ tten.com/ (gambarnya sangat tidak manusiawi)
yang lebih tidak masuk akal lagi adalah dia menggunakan bahan kimia, untuk melunakkan tulang kucing, supaya bentuknya sesuai dengan bentuk botol.
ini sama sekali tidak mirip perbuatan manusia, orang jepang ini tidak memiliki hati nurani sama sekali.
Hatiku selembar daun...
Gadji Wakil Rakjat
Gadji Wakil Rakjat
Penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori, yaitu rutin perbulan, rutin non perbulan dan sesekali.
Rutin perbulan meliputi :
Gaji pokok : Rp 15.510.000
Tunjangan listrik : Rp 5. 496.000
Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000
Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000
Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000
Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000
Total : Rp 46.100.000/bulan
Total Pertahun : Rp 554.000.000
Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama.
Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni.
Gaji ke-13 :Rp 16.400.000
Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000
Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000. Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:
Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan
Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU
* * * * *
Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000. Woww.. pantas jika mereka mengejar kursi DPR, belum lagi dana pensiunan yang mereka dapatkan ketika tidak lagi menjabat.
Sumber:
www.kabarinews. com
http://warnadunia/. com/rahasia- kenapa... i-anggota- dpr/
Hatiku selembar daun...
Penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori, yaitu rutin perbulan, rutin non perbulan dan sesekali.
Rutin perbulan meliputi :
Gaji pokok : Rp 15.510.000
Tunjangan listrik : Rp 5. 496.000
Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000
Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000
Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000
Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000
Total : Rp 46.100.000/bulan
Total Pertahun : Rp 554.000.000
Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama.
Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni.
Gaji ke-13 :Rp 16.400.000
Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000
Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000. Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:
Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan
Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU
* * * * *
Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000. Woww.. pantas jika mereka mengejar kursi DPR, belum lagi dana pensiunan yang mereka dapatkan ketika tidak lagi menjabat.
Sumber:
www.kabarinews. com
http://warnadunia/. com/rahasia- kenapa... i-anggota- dpr/
Hatiku selembar daun...
Hati-Hati Penculikan di Kampus
Hati-Hati Penculikan di Kampus
Gw mau share pengalaman CEWE gw SENDIRI !!
hari Jum'at kemaren (17 Oktober 2008) cw gw baru selesai Kuliah (jurusan mipa UI ) jam 5 sore an.
Setelah selesai, dia mau jalan kekosannya, Untuk Ganti baju karena janjian Sama Gw di Detos mau Nonton 21... (posisi Gw dah di DETOS)
dari kampus MIPA ui depok dia Menuju kosan Jalan Kaki Rutenya : MIPA => FKM => BNI => Gang SENGGOL.
Nah pas baru sampe BANK BNI yang di UI .. dia liat mobil KIJANG KAPSUL warna item dengan no polisi D - bandung (gw Lupa No.nya..)
Diluar Mobil itu ada cowo usia 30an..
Cowo itu manggil CEWE gw,,,,
cewe gw Nyamperin Dong,,,
trus si COWO ( DENGAN LOGAT MALAYSIA )
bilang sama cewe gw kalo Dia nyasar, dia Mau Ke UI Salemba tapi Nyasar ke UI Depok ,,,
Trus Sama Cw gw dikasi tau arah2nya,,,,
ga Lama kemudian Ada ibu2 datang Entah dari mana datangnya nanya : "Ada Apa?".
Lalu cewe gw Bilang Kalo orang ini nyasar...
NAh terjadilah Perbincangan. .. .
yang INTInya si IBU itu menyarankan KALO CEWE GW NGANTERIN orang itu ke SALEMBA ,,, (WTF) !!
"udah de anter aja kasian Masnya jauh2 dari malaysia Nyasar,,,
kamu Ga kasian? Tolongin Ya .. Kalo saya tau Juga SAya Antar koq,
naik Mobil kan Ga lama" ---> ini lah UCapan Ibu tadi sambil maksa2 CEWE gw malah sampe cewe gw di DOrong2 masuk Mobil,,,
cw gw Bingung...
Lalu dia TLP gw,,,!!
saat dia TLp, posisi cw gw udah Mau Masuk Ke dalam MOBIL yang TERNYAta ada 2 orang COWO didalamnya !!!
Dlm telp cw gw bilang: "Yang aq di minta tolong Ke UI salemba sama orang nyasar,, cowo naik Mobil kijang item Ni... "
BUSYET panik gw !! ga sadar Gw Teriak : " JANGAN !! KELUAR KAMU dari MOBILNYA !! kamu Dimana? "
"di BNI Kampus UI"
"Ya, uDAH kamu KEluar Dulu ya dari MOBILnya, aq Kesitu "
Langsung Gw lari sekuat tenaga dari DETOS ke UI, karena Kalo gw NGambil MOTOR pasti lama di parkirannya, ,,, !!
Pas gw dah sampe BNI cewe Gw Lagi Dipegangin Tangannya sama ibu2, trus kedengeran ibu2 itu maksa2 cw gw Suruh Naik MOBIL !!
GILA AJA ...!!!
Kontan, langsug Gw tarik tangan CEWE gw
sambil emosi Gw tanya: "Ada apa nich bu ??"
Setelah Diceritain KRONOLOGISnya, Gw langsung ngeBAtin ada yang Ga bener ni...!
Terus Gw Bilang aja sama Cowo yang Logat malaysia,,,
" KALO LUH MAU KE SALEMBA TANYA POLISI AJA, ngapain LUH ngajak2 Cewe Gw Segala !! "
Eh dia malah MArah Marah dan KELUARLAH LOGAT asli (maaf) BATAKnya.. (gw rasa dia orang batak yang Pura2 jadi orng malaysia )
Gw sama tu cowo sempet adu MULUT sampe mau Gw pgn TONJOK tu ORANg, kesel gw... dia yang minta tolong Koq malah dia yang NGOTOT !!
Cw gw ketakutan sampe mau nangis, Karena Gw uda ga tahan BGt sama Nyolotnya tu orang !
Ga lama kemudian tuh cowo pergi Naik MOBILNya...
Trus Si ibu2 Bilang: " BEGO bgt si bukannya di anterin !".
***!*****
"Maksud ibu apa bilang cewe saya Bego?? kenapa ga Ibu aja Yang Anterin??", gw mulai murka.
Ehh ntu ibu2 malah BILANG *****ini dia Kuncinya**** *
" KALO TADI MBAKNYA nganterin saya KAN DAPET UANG dari Mereka !!!!!!"
sambil ngeloyor pergi....... naik MOOTOR sama cowo yang letaknya Ga jauh dari LOKASI....
Dari situ Gw sama cewe Gw langsung kepikiran Kalo Tadi itu MUNGKIN salh astu modus Penculikan !
Gw jadi inget sama Kasus Mahasiswi GUNADARMA yang diculik, diperkosa, dirampok, dibunuh dan Di buang Di gerbatama UI ....
Alhamdulillah Cewe Gw masi dilindungi ALLAH...
Jadi TOLONG hati2 buat semuanya,,,
jangan Terlalu Percaya sama orang yang Ga dikenal
jaga diri Baik2 ya
HATi2 ya Semua,,,,,,, ,,
komplotan penculik sekarang Parah2 BGT sob....banyak caranya.
Source:
http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fv2.rileks.com%2Fforum%2Fshowthread.php%3Fp%3D4456&h=3de9f
Hatiku selembar daun...
Gw mau share pengalaman CEWE gw SENDIRI !!
hari Jum'at kemaren (17 Oktober 2008) cw gw baru selesai Kuliah (jurusan mipa UI ) jam 5 sore an.
Setelah selesai, dia mau jalan kekosannya, Untuk Ganti baju karena janjian Sama Gw di Detos mau Nonton 21... (posisi Gw dah di DETOS)
dari kampus MIPA ui depok dia Menuju kosan Jalan Kaki Rutenya : MIPA => FKM => BNI => Gang SENGGOL.
Nah pas baru sampe BANK BNI yang di UI .. dia liat mobil KIJANG KAPSUL warna item dengan no polisi D - bandung (gw Lupa No.nya..)
Diluar Mobil itu ada cowo usia 30an..
Cowo itu manggil CEWE gw,,,,
cewe gw Nyamperin Dong,,,
trus si COWO ( DENGAN LOGAT MALAYSIA )
bilang sama cewe gw kalo Dia nyasar, dia Mau Ke UI Salemba tapi Nyasar ke UI Depok ,,,
Trus Sama Cw gw dikasi tau arah2nya,,,,
ga Lama kemudian Ada ibu2 datang Entah dari mana datangnya nanya : "Ada Apa?".
Lalu cewe gw Bilang Kalo orang ini nyasar...
NAh terjadilah Perbincangan. .. .
yang INTInya si IBU itu menyarankan KALO CEWE GW NGANTERIN orang itu ke SALEMBA ,,, (WTF) !!
"udah de anter aja kasian Masnya jauh2 dari malaysia Nyasar,,,
kamu Ga kasian? Tolongin Ya .. Kalo saya tau Juga SAya Antar koq,
naik Mobil kan Ga lama" ---> ini lah UCapan Ibu tadi sambil maksa2 CEWE gw malah sampe cewe gw di DOrong2 masuk Mobil,,,
cw gw Bingung...
Lalu dia TLP gw,,,!!
saat dia TLp, posisi cw gw udah Mau Masuk Ke dalam MOBIL yang TERNYAta ada 2 orang COWO didalamnya !!!
Dlm telp cw gw bilang: "Yang aq di minta tolong Ke UI salemba sama orang nyasar,, cowo naik Mobil kijang item Ni... "
BUSYET panik gw !! ga sadar Gw Teriak : " JANGAN !! KELUAR KAMU dari MOBILNYA !! kamu Dimana? "
"di BNI Kampus UI"
"Ya, uDAH kamu KEluar Dulu ya dari MOBILnya, aq Kesitu "
Langsung Gw lari sekuat tenaga dari DETOS ke UI, karena Kalo gw NGambil MOTOR pasti lama di parkirannya, ,,, !!
Pas gw dah sampe BNI cewe Gw Lagi Dipegangin Tangannya sama ibu2, trus kedengeran ibu2 itu maksa2 cw gw Suruh Naik MOBIL !!
GILA AJA ...!!!
Kontan, langsug Gw tarik tangan CEWE gw
sambil emosi Gw tanya: "Ada apa nich bu ??"
Setelah Diceritain KRONOLOGISnya, Gw langsung ngeBAtin ada yang Ga bener ni...!
Terus Gw Bilang aja sama Cowo yang Logat malaysia,,,
" KALO LUH MAU KE SALEMBA TANYA POLISI AJA, ngapain LUH ngajak2 Cewe Gw Segala !! "
Eh dia malah MArah Marah dan KELUARLAH LOGAT asli (maaf) BATAKnya.. (gw rasa dia orang batak yang Pura2 jadi orng malaysia )
Gw sama tu cowo sempet adu MULUT sampe mau Gw pgn TONJOK tu ORANg, kesel gw... dia yang minta tolong Koq malah dia yang NGOTOT !!
Cw gw ketakutan sampe mau nangis, Karena Gw uda ga tahan BGt sama Nyolotnya tu orang !
Ga lama kemudian tuh cowo pergi Naik MOBILNya...
Trus Si ibu2 Bilang: " BEGO bgt si bukannya di anterin !".
***!*****
"Maksud ibu apa bilang cewe saya Bego?? kenapa ga Ibu aja Yang Anterin??", gw mulai murka.
Ehh ntu ibu2 malah BILANG *****ini dia Kuncinya**** *
" KALO TADI MBAKNYA nganterin saya KAN DAPET UANG dari Mereka !!!!!!"
sambil ngeloyor pergi....... naik MOOTOR sama cowo yang letaknya Ga jauh dari LOKASI....
Dari situ Gw sama cewe Gw langsung kepikiran Kalo Tadi itu MUNGKIN salh astu modus Penculikan !
Gw jadi inget sama Kasus Mahasiswi GUNADARMA yang diculik, diperkosa, dirampok, dibunuh dan Di buang Di gerbatama UI ....
Alhamdulillah Cewe Gw masi dilindungi ALLAH...
Jadi TOLONG hati2 buat semuanya,,,
jangan Terlalu Percaya sama orang yang Ga dikenal
jaga diri Baik2 ya
HATi2 ya Semua,,,,,,, ,,
komplotan penculik sekarang Parah2 BGT sob....banyak caranya.
Source:
http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fv2.rileks.com%2Fforum%2Fshowthread.php%3Fp%3D4456&h=3de9f
Hatiku selembar daun...
KEBOHONGAN SEORANG IBU
KEBOHONGAN SEORANG IBU
1. MAKANLAH,IBU TIDAK LAPAR.
Cerita bermula ketika penulis masih kecil.Hidup keluarga mereka serba kekurangan dan semasa makan ibu sering membahagikan bahagian nasinya untuk penulis.Sambil memindahkan nasi ke dalam mangkuknya,ibu berkata,Makanlah nak,ibu tidak lapar.
2. MAKANLAH,IBU TIDAK SUKA MAKAN IKAN.
Ketika penulis mulai besar,ibu sering meluangkan waktu senggangnya pergi memancing di taliair berhampiran rumah untuk dijadikan lauk mereka sekeluarga.Kemudian,ibu akan memasak gulai ikan yang segar itu untuk anak-anaknya.Sewaktu anak-anak makan,ibu akan duduk di samping mereka dan hanya memakan sisa makanan yang menempel di tulang bekas sisa ikan yang dimakan penulis dan adik-beradiknya.Bila penulis menghulurkan ikan kepadanya,ibu berkata…Makanlah nak,ibu tidak suka makan ikan.
3. CEPATLAH TIDUR,IBU BELUM NGANTUK.
Di usia awal remaja penulis,semasa beliau di sekolah menengah,ibu akan membawa sejumlah penyapu lidi dan kuih-muih ke kedai untuk menyara persekolahan penulis adik-beradik.Suatu dinihari,lebih kurang pukul 1.30 pagi penulis terjaga dari tidur dan melihat ibunya sedang membuat kuih bertemankan sebuah pelita di hadapannya.Penulis telah melihat beberapa kali kepala ibu terhangguk kerana mengantuk.Penulis pun berkata,Ibu,tidurlah,esok pagi ibu kena pergi kebun pula.”Ibu tersenyum sambil berkata,…Cepatlah tidur nak,ibu belum mengantuk lagi.
4. MINUMLAH,IBU TIDAK HAUS.
Di hujung musim persekolahan,ibu telah meminta cuti kerja supaya dapat menemani penulis pergi sekolah menduduki peperiksaan.Ibu sabar menunggu di luar dewan dan berpanas.Mulutnya pula terus kumat-kamit mendoakan agar anaknya akan lulus cemerlang.Ketika penulis selesai dengan peperiksaannya,ibu dengancepat menhulurkan air kopi yang disiapkan dalam botol yang dibawanya kepada penulis.Melihat ibunya dibasahi peluh,penulis segera memberikan cawannya kepada ibu.Ibu menolak sambil berkata….Minumlah nak,ibu tidak haus.
5. IBU TIDAK PERLUKAN CINTA DAN LELAKI.
Setelah pemergian ayah kerana sakit,yakni baru beberapa bulan penulis dilahirkan,ibu terpaksa mengambil alih tugas ayah.Melihat kehidupan mereka yang semakin susah,seorang pakcik yang baik hati dan tinggal berjiran sering datang memberikan ibu bantuan,tetapi ibu sering menolaknya.Jiran-jiran sering menasihati ibu supaya bernikah lagi agar ada orang lelaki yang menjaga dan mencari wang untuk mereka sekeluarga.Tetapi ibu tidak mengendahkan nasihat mereka dan berkata…Saya tidak perlukan cinta dan saya tidak perlukan lelaki.
6. JANGAN SUSAH-SUSAH,IBU ADA DUIT.
Setelah abang dan kakak penulis bekerja,mereka menyuruh ibu supaya berehat sahaja di rumah.Mereka juga sering mengirim duit kepada ibu tetapi ibu telah mengirim balik duit itu kepada mereka ambil berkata..Jangan susah-susah,ibu ada duit.
7. TIDAK PAYAH,IBU TIDAK BIASA.
Setelah tamat pengajian di universiti,penulis telah melanjutkan pengajian ke peringkat sarjana di luar Negara dan dibiayai oleh sebuah syarikat.setelah mendapat sarjana yang cemerlang,penulis telah bekerja dengan syarikat tersebut.Dengan gaji yang lumayan,penulis berhajat membawa ibu menikmati penghujung hidupnya di luar negara.Tetapi ibu yang baik hati telah menolak kerana tidak mahu menyusahkan anak-anaknya dan berkata…Tak payahlah,ibu tidak biasa tinggal di negara orang.
8. JANGAN MENANGIS,IBU TIDAK SAKIT.
Beberapa tahun berlalu,ibu semakin tua.Suatu malam penulis menerima berita ibu diserang penyakit kanser.Ibu terpaksa dibedah secepat mungkin dan penulis yang berada jauh di seberang samudera,segera pulang menjenguk ibu tercinta.Penulis melihat ibu yang terbaring lemah selepas menjalani pembedahan.Ibu yang kelihatan tua masih mampu menatap wajah penulis penuh kerinduan bersama sebuah senyuman.Penulis dapat melihat betapa siksanya ibu menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya…Penulis menatap wajah ibu sambil berlinangan airmata.Namun ibu tetap tersenyum dan berkata…Jangan menangis nak,ibu tidak sakit.Selepas pengucapan pembohongan kelapan itu,ibu telah pergi mengadap penciptanya.
Sehingga kini penulis diburu rasa bersalah yang amat sangat kerana biarpun beliau mengasihi ibunya,tetapi beliau tidak pernah sekalipun membisikkan kata-kata itu kepada ibunya.
Hatiku selembar daun...
1. MAKANLAH,IBU TIDAK LAPAR.
Cerita bermula ketika penulis masih kecil.Hidup keluarga mereka serba kekurangan dan semasa makan ibu sering membahagikan bahagian nasinya untuk penulis.Sambil memindahkan nasi ke dalam mangkuknya,ibu berkata,Makanlah nak,ibu tidak lapar.
2. MAKANLAH,IBU TIDAK SUKA MAKAN IKAN.
Ketika penulis mulai besar,ibu sering meluangkan waktu senggangnya pergi memancing di taliair berhampiran rumah untuk dijadikan lauk mereka sekeluarga.Kemudian,ibu akan memasak gulai ikan yang segar itu untuk anak-anaknya.Sewaktu anak-anak makan,ibu akan duduk di samping mereka dan hanya memakan sisa makanan yang menempel di tulang bekas sisa ikan yang dimakan penulis dan adik-beradiknya.Bila penulis menghulurkan ikan kepadanya,ibu berkata…Makanlah nak,ibu tidak suka makan ikan.
3. CEPATLAH TIDUR,IBU BELUM NGANTUK.
Di usia awal remaja penulis,semasa beliau di sekolah menengah,ibu akan membawa sejumlah penyapu lidi dan kuih-muih ke kedai untuk menyara persekolahan penulis adik-beradik.Suatu dinihari,lebih kurang pukul 1.30 pagi penulis terjaga dari tidur dan melihat ibunya sedang membuat kuih bertemankan sebuah pelita di hadapannya.Penulis telah melihat beberapa kali kepala ibu terhangguk kerana mengantuk.Penulis pun berkata,Ibu,tidurlah,esok pagi ibu kena pergi kebun pula.”Ibu tersenyum sambil berkata,…Cepatlah tidur nak,ibu belum mengantuk lagi.
4. MINUMLAH,IBU TIDAK HAUS.
Di hujung musim persekolahan,ibu telah meminta cuti kerja supaya dapat menemani penulis pergi sekolah menduduki peperiksaan.Ibu sabar menunggu di luar dewan dan berpanas.Mulutnya pula terus kumat-kamit mendoakan agar anaknya akan lulus cemerlang.Ketika penulis selesai dengan peperiksaannya,ibu dengancepat menhulurkan air kopi yang disiapkan dalam botol yang dibawanya kepada penulis.Melihat ibunya dibasahi peluh,penulis segera memberikan cawannya kepada ibu.Ibu menolak sambil berkata….Minumlah nak,ibu tidak haus.
5. IBU TIDAK PERLUKAN CINTA DAN LELAKI.
Setelah pemergian ayah kerana sakit,yakni baru beberapa bulan penulis dilahirkan,ibu terpaksa mengambil alih tugas ayah.Melihat kehidupan mereka yang semakin susah,seorang pakcik yang baik hati dan tinggal berjiran sering datang memberikan ibu bantuan,tetapi ibu sering menolaknya.Jiran-jiran sering menasihati ibu supaya bernikah lagi agar ada orang lelaki yang menjaga dan mencari wang untuk mereka sekeluarga.Tetapi ibu tidak mengendahkan nasihat mereka dan berkata…Saya tidak perlukan cinta dan saya tidak perlukan lelaki.
6. JANGAN SUSAH-SUSAH,IBU ADA DUIT.
Setelah abang dan kakak penulis bekerja,mereka menyuruh ibu supaya berehat sahaja di rumah.Mereka juga sering mengirim duit kepada ibu tetapi ibu telah mengirim balik duit itu kepada mereka ambil berkata..Jangan susah-susah,ibu ada duit.
7. TIDAK PAYAH,IBU TIDAK BIASA.
Setelah tamat pengajian di universiti,penulis telah melanjutkan pengajian ke peringkat sarjana di luar Negara dan dibiayai oleh sebuah syarikat.setelah mendapat sarjana yang cemerlang,penulis telah bekerja dengan syarikat tersebut.Dengan gaji yang lumayan,penulis berhajat membawa ibu menikmati penghujung hidupnya di luar negara.Tetapi ibu yang baik hati telah menolak kerana tidak mahu menyusahkan anak-anaknya dan berkata…Tak payahlah,ibu tidak biasa tinggal di negara orang.
8. JANGAN MENANGIS,IBU TIDAK SAKIT.
Beberapa tahun berlalu,ibu semakin tua.Suatu malam penulis menerima berita ibu diserang penyakit kanser.Ibu terpaksa dibedah secepat mungkin dan penulis yang berada jauh di seberang samudera,segera pulang menjenguk ibu tercinta.Penulis melihat ibu yang terbaring lemah selepas menjalani pembedahan.Ibu yang kelihatan tua masih mampu menatap wajah penulis penuh kerinduan bersama sebuah senyuman.Penulis dapat melihat betapa siksanya ibu menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya…Penulis menatap wajah ibu sambil berlinangan airmata.Namun ibu tetap tersenyum dan berkata…Jangan menangis nak,ibu tidak sakit.Selepas pengucapan pembohongan kelapan itu,ibu telah pergi mengadap penciptanya.
Sehingga kini penulis diburu rasa bersalah yang amat sangat kerana biarpun beliau mengasihi ibunya,tetapi beliau tidak pernah sekalipun membisikkan kata-kata itu kepada ibunya.
Hatiku selembar daun...
Ndhek mau esuk
Ndhek mau esuk
Arif Rohman
Ndhek mau esuk aku tangi karo moto isih kriyip-kriyip. Iki lantaran sworo gedhebak-gedhebuk nang siseh kamarku. Aku wis ngiro yen bocah wedhok kuwi bakalan nyanyi, moco puisi, jingkrak-jingkrak ora jelas yen wayah esuk. Aku biasane mung nutupi endhas lan kupingku karo selimut sing anget kuwi. Biasane dheweke terus adus karo nyanyi-nyanyi. Mulane nyanyiane welek banget, tapi yen dirungok-rungokake kok enak. Dheweke kerep nawari aku mangan bareng tapi aku ora gelem. Masalahe aku ora pati doyan mangan babi. Yen tahu tempe aku doyan wong kuwi kan makanan pokokku. Bocah siji iki memang urakan banget. Irunge dikei anting-anting lan sakbendino wong lanang gonta-ganti mlebu kamare jarene sih pacare. Sing gawe aku kesel kadang nek nyetel tip kenceng2 sampek kamarku 'shacking up and down' maksudku isi kamarku podo mencelat kuabeh. Aku ndonga mugo-mugo bocah kuwi sadar nek suarane tape kuwi iso krungu sampai tekan canberra utowo perth. Bengi kuwi aku kaget reti dheweke nangis. Tak takoni kenopo dheweke mung jawab koncone bar mati bunuh diri. Lho kenopo? Tibake dheweke kulino ngonsumsi obat sing terlarang (iki maksude sejenis narkotik, dudu koyok wong indonesia sing demen ngonsumsi baygon utowo air keras terus mati). Dheweke ngaku yen gonta-ganti pacar amargo frustasi. Dheweke sebenere lesbi cuma ora disetujui karo wong tuwane. Pacare kuwi frustasi lan ngobat amargo frustasi ping pindo. Ditolak wong tuwane bocah kuwi lan ngeti yen bocah kuwi saiki pacare akeh. Lanang gonta-ganti sisan. Bocah kuwi jur tak takoni, lha kowe nangis bengi rino koyok ngene opo ora marake awakmu rusak. Bocah kuwi terus tak ceplokake endog goreng lan tak kei sambel terasi. Dheweke terus meneng ora nangis meneh. Masalahe dheweke kepedesen. Sesuke dhewee ngilang aku ora tahu reti kabare. Jare wis balik nang london.. Ninggalake surat isine.. What the hell food that you had given to me. I was suffering like in hell after consuming it. Tibake dhewee mulih nang london goro-goro mencret terus sebab mangan sambel trasi sing takwenehi. (Iki cerito khayal ojo dipercoyo).
Hatiku selembar daun...
Arif Rohman
Ndhek mau esuk aku tangi karo moto isih kriyip-kriyip. Iki lantaran sworo gedhebak-gedhebuk nang siseh kamarku. Aku wis ngiro yen bocah wedhok kuwi bakalan nyanyi, moco puisi, jingkrak-jingkrak ora jelas yen wayah esuk. Aku biasane mung nutupi endhas lan kupingku karo selimut sing anget kuwi. Biasane dheweke terus adus karo nyanyi-nyanyi. Mulane nyanyiane welek banget, tapi yen dirungok-rungokake kok enak. Dheweke kerep nawari aku mangan bareng tapi aku ora gelem. Masalahe aku ora pati doyan mangan babi. Yen tahu tempe aku doyan wong kuwi kan makanan pokokku. Bocah siji iki memang urakan banget. Irunge dikei anting-anting lan sakbendino wong lanang gonta-ganti mlebu kamare jarene sih pacare. Sing gawe aku kesel kadang nek nyetel tip kenceng2 sampek kamarku 'shacking up and down' maksudku isi kamarku podo mencelat kuabeh. Aku ndonga mugo-mugo bocah kuwi sadar nek suarane tape kuwi iso krungu sampai tekan canberra utowo perth. Bengi kuwi aku kaget reti dheweke nangis. Tak takoni kenopo dheweke mung jawab koncone bar mati bunuh diri. Lho kenopo? Tibake dheweke kulino ngonsumsi obat sing terlarang (iki maksude sejenis narkotik, dudu koyok wong indonesia sing demen ngonsumsi baygon utowo air keras terus mati). Dheweke ngaku yen gonta-ganti pacar amargo frustasi. Dheweke sebenere lesbi cuma ora disetujui karo wong tuwane. Pacare kuwi frustasi lan ngobat amargo frustasi ping pindo. Ditolak wong tuwane bocah kuwi lan ngeti yen bocah kuwi saiki pacare akeh. Lanang gonta-ganti sisan. Bocah kuwi jur tak takoni, lha kowe nangis bengi rino koyok ngene opo ora marake awakmu rusak. Bocah kuwi terus tak ceplokake endog goreng lan tak kei sambel terasi. Dheweke terus meneng ora nangis meneh. Masalahe dheweke kepedesen. Sesuke dhewee ngilang aku ora tahu reti kabare. Jare wis balik nang london.. Ninggalake surat isine.. What the hell food that you had given to me. I was suffering like in hell after consuming it. Tibake dhewee mulih nang london goro-goro mencret terus sebab mangan sambel trasi sing takwenehi. (Iki cerito khayal ojo dipercoyo).
Hatiku selembar daun...
Subscribe to:
Posts (Atom)